Tips budidaya ikan lele di tengah fenomena perubahan iklim : Okezone Economy

Uncategorized41 Dilihat

JAKARTA – Tips budidaya ikan lele di tengah fenomena perubahan iklim. Untuk menghindari kegagalan panen, budidaya perikanan yang cerdas dan presisi akan diperkenalkan di Pokdatan Palas Jaya pada tahun 2023 melalui sistem pemantauan kualitas air (Simorika) berbasis panel surya.

Melalui inovasi sosial ini, kelompok dapat memantau kualitas air (DO, suhu dan Ph) secara otomatis, real-time, efektif dan efisien, yang terintegrasi dengan sistem mitigasi (pertolongan pertama) ketika terjadi penurunan kualitas air secara drastis berdasarkan Internet Segalanya. (Internet untuk segala).

“Dengan sistem ini, para pembudidaya dapat mengurangi kegagalan panen karena penurunan kualitas air dapat dideteksi sejak dini dan dilakukan mitigasi. “Selain itu juga dapat mengurangi pencemaran air yang berdampak negatif terhadap lingkungan akibat matinya ikan,” kata Area Manager Communication, Relations & CSR PT KPI Unit Dumai, Agustiawan dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (14/8). . 6/2024).

Kita tidak hanya harus beradaptasi dengan era revolusi industri 4.0, fenomena perubahan iklim, kita juga harus terus berinovasi. “Meningkatkan pengetahuan kelompok sasaran dalam penerapan teknik budidaya yang modern dan ekologis. Serta mengurangi laju gagal panen akibat perubahan iklim,” ujarnya.

Salah satu petani, Nazarudin, mengaku Simorika membantu memantau kualitas air yang digunakan untuk budidaya. Berkat sistem yang terintegrasi dan penggunaan panel surya, kelompok dapat menghemat biaya operasional karena tidak perlu lagi mengeluarkan biaya listrik.

“Simorika dapat menjadi solusi bagi petani ikan berkelanjutan dan dapat disosialisasikan kepada kelompok petani ikan lainnya di kota Dumai,” ujarnya.

Ikuti berita Okezone berita Google

Ikuti terus semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang
klik disinidan nantikan kejutan menarik lainnya

Baca Juga  Musisi Beramal untuk Palestina Ferry Kurnia: Ini Masalah Kemanusiaan: Samudera Nasional

Dengan penambahan kolam, kemampuan pemijahan ikan, produksi pakan, produksi pangan olahan, penanganan sampah dan pemanfaatan teknologi pintar, maka program Minapolitan Dumai akan memasuki tahap konsolidasi program pada tahun 2024.

“Saat ini sudah 50 nelayan ngokang yang beralih profesi. Kelompok ini membangun pusat benih ikan dan mereplikasi budidaya ikan di tempat lain. “Juga dari segi inovasi, program ini telah memiliki hak paten alat pemilah ikan lele spiral,” ujarnya.

Sekadar informasi, Unit KPI Dumai merancang program secara berkelanjutan. Ini akan digunakan sebagai program percontohan pada tahun 2020. Pertamina bertandang ke Minapolitan Dumai. Pokdatan menggunakan dana bantuan untuk membangun 12 kolam renang berukuran 2 mx 2,5 m, sedangkan memanfaatkan lahan kosong di samping rumah. Bantuan tersebut juga berupa pembelian bibit ikan lele dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Dumai sebanyak 12.000 ekor, sumur bor sebagai sumber air bersih, instalasi listrik, pompa untuk sirkulasi di kolam, dan lain-lain.

Pengembangan program akan dilakukan pada tahun 2021 dengan penambahan 12 kolam baru sehingga Pokdatan Palas Jaya menjadi 24 kolam. Pertamina juga memperkenalkan eco-innovation pada pakan organik untuk ikan dan memberikan modal tambahan. Kali ini mereka mencoba budidaya sidat. Sedangkan 12 kolam pertama akan tetap digunakan untuk budidaya ikan lele. Siklus panen sidat 4 bulan sekali, lebih lama dibandingkan ikan lele yang bisa dipanen antara 2-3 bulan.

Jam tangan Saluran WhatsApp Okezone untuk update terbaru setiap hari

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *