Seni dan budaya menjadi ciri representasi bangsa Indonesia, bukan sekedar tari dan musik: Okezone Edukasi

Uncategorized169 Dilihat

JAKARTA – Indonesia dikenal negara lain Seni budaya. Selain pertunjukan tari dan seni, Indonesia juga menjadi tuan rumah festival musik tradisional etnik yang dimainkan sesuai dengan karakter kearifan lokal masing-masing daerah.

“Indonesia mengalami pertumbuhan musik dari berbagai etnis karena berada di persimpangan peradaban Timur dan Barat. Ini merupakan peluang untuk memperkenalkan kekayaan budaya musik Indonesia ke luar negeri agar diminati di pasar dunia,” ujarnya. . mengutip Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid dalam keterangan resmi Kemendikbud (26 September 2023).

Padahal, karakter budaya Indonesia sangat tergolong musik dunia. Ada unsur budaya lokal yang unik dan patut dipopulerkan di tingkat dunia, kata Hilmar.

Ia mengungkapkan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berperan penting dalam mendorong dan memperkuat musik Indonesia sebagai bagian dari musik dunia. Dengan demikian, seniman bisa menampilkan dirinya di tingkat dunia.

Seni tanpa batas hanya tari dan musik

Hal senada juga diungkapkan artis Wawan Sofwan. Menurutnya, seni tidak hanya sebatas tari dan musik.

“Banyak orang mengira seni budaya itu seperti ketoprak. Padahal, seni rupa Indonesia memiliki banyak bentuk seni yang bisa diolah dan kemudian dikerjasamakan dengan media. “Bahkan komik kini sudah menjadi seni grafis,” kata Wawan.

“Jadi sebetulnya banyak sekali tidak hanya bergantung pada tari-tarian tradisional yang ditayangkan. Jadi menurut saya seni di Indonesia sedang booming, banyak format yang memuat instalasi, seperti seniman Arahmayani yang punya instalasi yang sangat inovatif. Sekarang ada adalah seni interaktif sehingga kita bisa memegang karya-karyanya,” ujarnya.

Menurutnya, seni dan budaya di luar negeri bisa dihadirkan melalui film, monolog, dan musik. “Semuanya benar-benar buatan Indonesia, jadi bukan hanya budaya tradisional,” ujarnya.

Baca Juga  Berikut cara merawat gigi secara alami dengan minyak: Okezone health

Ikuti berita Okezone berita Google


Regina Art menampilkan adegan monolog, Cotton Candy dan Tomorrow or Never. Cotton Candy Alone merupakan pertunjukan monolog karya Joane Win yang diciptakan oleh ED Jenura, dimana pertunjukan ini bercerita tentang perjuangan para korban kekerasan seksual dalam mengatasi traumanya.

BACA JUGA:

“Saat aku sedang menulis naskah, aku bingung bagaimana cara menulis naskah dengan hanya 2 orang tentang pelecehan seksual. “Juga, saya berpikir untuk menunjukkan bagaimana kejadian itu terjadi,” jelas penulis Cotton Candy ED Jenura.

Ditambah lagi, latar belakang dan survei juga dilakukan pada tahun 1998. Saat itu, kekerasan seksual sangat tinggi seiring dengan krisis finansial yang terjadi saat itu.

“Kita harus tahu bahwa trauma itu berat bagi korbannya, bukan sekedar rehabilitasi, mudik belum tentu menyelesaikan traumanya,” kata Joane, aktris dan produser permen kapas.

“Kami berharap dengan pertunjukan ini, penonton mampu mengambil nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, sehingga bersama-sama kita bisa lebih mengapresiasi nenek moyang bangsa, meningkatkan empati dan kesadaran, ikut serta dalam perjuangan melawan kekerasan seksual dan berpartisipasi dalam pembelaan hak asasi manusia,” kata Joane.

Baru-baru ini Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) berkolaborasi dengan Lokaswara menyelenggarakan Pameran Musik Indonesia (IMEX): World Music Paradise 2023 di Ubud, Bali pada 21-24 September 2023. IMEX merupakan musik tradisional etnik festival yang dimainkan sesuai dengan karakter kearifan lokal masing-masing daerah di Indonesia.

Konten di bawah ini disajikan oleh pengiklan. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam konten ini.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *