Saksi Ungkap Cucu SYL Jadi Ahli Menteri di Kantor Hukum Kementan: National Okezone

Uncategorized66 Dilihat

JAKARTA – Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi presentasi Kepala Badan Standardisasi Alat Pertanian Kementerian Pertanian Fadjry Djufry dalam sidang lanjutan kasus gratifikasi dan pemerasan dengan terdakwa mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL), di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (22/05/2024).

Fadjry mengatakan, cucu SYL, Andri Tenri Bilang Radisyah, menjabat sebagai ahli menteri di kantor hukum Kementerian Pertanian. Mulanya, Fadjry menjelaskan, cucu SYL itu memiliki mobil pinjaman dari Kementerian Pertanian selama tiga tahun.

“Apakah Anda pernah menyumbangkan atau meminjamkan barang? Mobil?” tanya jaksa.

“Oh mobilnya, mobil itu kami sewa beberapa tahun dari tahun 2020 sampai 2023,” jawab saksi.

Fadjry mengatakan, mobil yang dipinjam tersebut merupakan mobil milik Kementerian Pertanian jenis Toyota Nav. “Apakah itu mobil saksi atau mobil dinas Kementerian Pertanian?”

“Mobil dinas Balitbang Kementerian Pertanian,” jawab saksi.

“Toyota Nav, benarkah?” tanya jaksa.

“Ya, benar,” tambahnya.

Jaksa kemudian mempertanyakan alasan peminjaman mobil tersebut kepada cucu SYL. Saksi menjawab, cucu SYL adalah ahli menteri di kantor hukum Kementerian Pertanian.

“Kenapa cucunya bisa menggunakannya? apa hubungannya Ini adalah mobil dinas, mobil negara ini. Makanya saya tanya ke saksi, apakah itu mobil negara?

“Kalau tidak salah, dia ahli menteri di bidang hukum,” jawab saksi.



Ikuti berita Okezone berita Google

Ikuti terus semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang
klik disinidan nantikan kejutan menarik lainnya

Fadjry mengungkapkan, mobil tersebut disewa selama tiga tahun. Saat itu, Fadjry menjabat sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan). “Berapa tahun?” tanya jaksa.

Baca Juga  Ganjar saat berkunjung ke tempat pelelangan ikan nyatakan komitmennya atasi penderitaan nelayan: Okezone News

“2020 sampai 2023 kalau tidak salah,” jawab saksi.

Fadjry mengaku, cerita soal jabatan Tenri baru ia dengar dari seorang sekretaris pribadi SYL (Sespri) bernama Rini.

“Saksi bilang cucunya ahli di bidang hukum. Kok tahu?” tanya jaksa.

“Aku dengar dari…” kata Fadjry.

“Apakah Anda pernah melihat ini secara langsung di kantor hukum? Atau hanya sekedar cerita?” tanya jaksa.

“Dengar ceritanya dari teman-teman, dengar dari sekretariat menteri, Bu Rini,” jawab Fadjry.

Fadjry mengatakan Tenri memiliki gelar sarjana hukum. Namun, ia mengaku belum mengetahui apakah cucu SYL juga mendapat honor dari Kementerian Pertanian.

“Apakah saksi mengetahui profesi apa yang dijalani cucunya sehingga bisa menjadi ahli di bidang hukum?” tanya jaksa.

“Dia sarjana hukum, Magister Hukum,” jawab Fadjry.

“Sepengetahuan saksi, biodata ini kami punya. Apakah dia akademisi sebagai saksi, guru besar hukum tahun 2020?” tanya jaksa.

“Saya tidak mengerti,” jawab Fadjry.

“Atau kamu masih pelajar?” tanya jaksa.

“Entahlah,” jawab Fadjry.

“Apakah Bibi mendapat bayaran di kantor hukum?” tanya jaksa.

“Saya tidak tahu secara langsung,” jawab Fadjry.

Diketahui, dalam dakwaan mendakwa SYL mendapat imbalan senilai Rp44,5 miliar. Jumlah tersebut diperoleh dari hasil patungan pejabat Eselon I dan 20% anggaran masing-masing sekretariat, direktorat, dan lembaga di lingkungan Kementerian Pertanian.

Jam tangan Saluran WhatsApp Okezone untuk update terbaru setiap hari

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *