RPA Perindo Ajukan Pembebasan Bersyarat Bagi Korban Dugaan Perbudakan di Perusahaan Ekspor Ikan: Okezone News

Uncategorized56 Dilihat

JAKARTA – Relawan Perempuan dan Anak (RPA) Perindo memberikan pendampingan dan advokasi kepada korban dugaan perbudakan oleh perusahaan pengekspor ikan di Jakarta Utara. Korban perempuan N (24) saat ini ditahan di Rutan Pondok Bambu karena perusahaannya PT. Sinar Lautan Terpadu, Muara Angke, Pluit, atas dugaan penyelewengan dana penjualan ikan karena gaji tidak dibayarkan.

RPA Perindo kini sedang melakukan mediasi kedua dengan N yang mengurus tuntutan ganti rugi atas pembayaran upah yang belum dibayarkan. Selain itu, RPA Perindo sedang berupaya mengajukan pembebasan bersyarat bagi N dari Rutan Pondok Bambu.

“Kemarin RPA Perindo mengajukan banding atas penahanan N di Rutan Pondok Bambu. Namun sejak pihak keluarga menyerahkan diri, kini kami meminta pembebasan bersyarat karena N masih memiliki anak yang masih kecil,” kata Kepala Bagian Hukum RPA Perindo kepada DPP. , Amriadi Pasaribu, Senin (27/5/2024).

Amriadi menjelaskan, baik pihak keluarga maupun N saat ini lebih memilih pembebasan bersyarat. Hal itu dilakukan RPA Perindo karena adanya kasus dugaan penggelapan yang didakwakan dilakukan N karena minimnya gaji yang diterimanya dari perusahaannya.

Rencananya pembebasan bersyarat ini akan dilaksanakan dalam waktu dua bulan. Namun, korban N tetap harus melapor ke Polres Jakarta Utara, jelas Amriadi.

Amriadi juga menjelaskan hasil pertemuan mediasi tahap kedua antara RPA Perindo selaku perwakilan korban dengan PT. Sinar laut terintegrasi. Rapat digelar di kantor Suku Dinas Tenaga Kerja (Sudisnaker) Jakarta Utara.



Ikuti berita Okezone berita Google

Ikuti terus semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang
klik disinidan nantikan kejutan menarik lainnya

RPA Perindo meminta ganti rugi kepada korban N atas upah dan hak lemburnya yang tidak dibayarkan selama bekerja.

Baca Juga  Jadwal imsak dan waktu sholat bulan Juli 2024 Jakarta dan sekitarnya

“Kami menuntut uang kepada N atas kerugian upah yaitu sebesar Rp 600 juta berdasarkan kerugian materiil dan non materiil. Selain itu, pihak perusahaan juga belum menyerahkan gaji dan BPJS,” jelas Amriadi.

Lanjutnya, perusahaan tempat N bekerja tidak mau memberikan kompensasi. Meski mengaku tidak membayar hak N selama bekerja, Amriadi menyebut perusahaan hanya sanggup membayar ganti rugi sebesar Rp20 juta.

Karena rapat mediasi tahap kedua ini jauh dari yang diharapkan, kami meminta Suku Cadang Sumber Daya Manusia Jakarta Utara untuk mengeluarkan rekomendasi agar perselisihan Hubungan Industrial (PHI) dapat kami lanjutkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, kata Amriadi. .

Amriadi mengungkapkan, selain menempuh jalur hukum, pihaknya juga ingin melaporkan perusahaan tempat N bekerja atas dugaan penggelapan upah pekerja. Dia mengatakan, laporan tersebut akan disampaikan ke Polres Metro Jakarta Utara.

“Kami juga akan menempuh jalur hukum dengan melaporkan ke polisi, khusus Polres Metro Jakarta Utara dan tembusan Polda Metro Jaya. Perbuatan perusahaan tersebut akan masuk kategori penggelapan,” kata Amriadi.

Sekadar informasi, RPA Perindo mendatangi Rutan Wanita II pada Jumat sore (1/3/2024) lalu. kelas (Rutan) Pondok Bambu, Jakarta Timur. RPA Perindo bertemu dengan seorang remaja putri berinisial N (24) yang menjadi korban kriminalisasi oleh perusahaan tempatnya bekerja di Muara Angka, Jakarta Utara, karena banyak menggelapkan ikan segar dari pengepul.

Ketua DPP RPA Jenderal Perindo Jeannie Latumahina mengatakan N mengalami ketidakadilan karena pasal yang disangkakan tidak sesuai. Jeannie menjelaskan, N seharusnya tidak didakwa melakukan pencurian, melainkan hanya tindak pidana penggelapan.

“Ibu berinisial N ini juga memiliki balita berusia lima tahun, apalagi selama sebulan terakhir N tidak mendapat gaji dari tempat kerjanya sebelum masuk tahanan,” jelas Jeannie.

Baca Juga  Longsor di Sitinjau Lauik Padang, dua pengendara sepeda motor dikabarkan tertimbun: Okezone News

Jeannie mengungkapkan, N akan diadili bulan depan. Sebelum masuk ke persidangan, lanjut Jeannie, N yang diwakili keluarganya meminta RPA Perindo membantu proses hukumnya.

“N mengaku diperlakukan tidak adil. Karena sebenarnya yang seharusnya diproses secara hukum bukan hanya N saja, tapi juga penerima barang yang digelapkannya,” kata Jeannie.

Ikuti Saluran WhatsApp Okezone untuk update terbaru setiap hari

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *