RI Gunakan Uang Kertas Limbah untuk Bahan Bakar Pembangkit Listrik: Okezone Economy

Uncategorized26 Dilihat

JAKARTA – PLN Indonesia Listrik (IP PLN) memperluas pemanfaatan Biomassa dari Sampah Uang Kertas Daur Ulang (LURK) sebagai bahan bakar pengganti batu bara (co-firing) di Unit Usaha Pembangkitan (UBP) Singkawang – PLTU Bengkayang, Kalimantan Barat. Hal itu terjadi setelah sukses diterapkan di PLTU Adipala, Cilacap, Jawa Tengah.

Hal ini merupakan salah satu upaya perusahaan dalam mendukung percepatan transisi energi dan mencapai tujuan net zero emisi pada tahun 2060.

Direktur Utama PLN Indonesia Power Edwin Nugraha Putra mengatakan PLN Indonesia Power terus melakukan inovasi dalam penerapan program co-firing yaitu pemanfaatan biomassa sebagai bahan bakar PLTU, salah satunya LURK.

“Kami selalu mencari penemuan-penemuan untuk memanfaatkan biomasa sebagai bahan bakar PLTU, seperti pemanfaatan LURK yang dahulu hanya dibakar untuk menghancurkan dirinya sendiri, kini bermanfaat sebagai pengganti batu bara,” kata Edwin, Rabu (19/6/2021). 2024).

Pemanfaatan LURK sebagai bahan baku ko-insinerasi masih terus meluas dan terakhir diterapkan di PLTU Bengkayang. Penggunaan LURK ini merupakan bentuk kerja sama antara PLN Unit Bisnis Pembangkitan Indonesia (UBP) Singkawang dengan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat.

Ikuti berita Okezone berita Google

Ikuti terus semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang
klik disinidan nantikan kejutan menarik lainnya

Kerja sama tersebut diwujudkan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PLN IP UBP Singkawang dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat mengenai pemanfaatan limbah uang kertas (LRUK) sebagai bahan bakar alternatif. MoU tersebut ditandatangani oleh Manajer Unit UBP Singkawang Slamet Muji Raharjo dan Manajer Kantor Wilayah Bank Indonesia Kalimantan Barat Nur Asyura Anggini Sari.

Baca Juga  Dewas KPK Buka Peluang Konfrontasi antara Firli Bahuri dan Syahrul Yasin Limpo: National Okezone

Unit Manager UBP Singkawang Slamet Muji Raharjo mengatakan, sehubungan dengan kegiatan MoU tersebut, dilakukan pengiriman perdana LRUK sebanyak 9 ton ke PLTU Bengkayang untuk dilakukan co-firing.

Pemanfaatan biomassa pada proses co-firing PLTU Bengkayang telah mencapai 4 persen pada Mei 2024. Sehingga kami berharap banyak peluang untuk memenuhi kebutuhan PLTU Bengkayang yang bisa bekerjasama dengan banyak pihak.

Kebutuhan bahan baku co-firing PLTU di Singkawang masih cukup besar. Pemanfaatan LRUK sebagai bahan bakar energi alternatif PLTU memang memerlukan kerja sama yang baik antara kedua pihak, kata Slamet.

Menurut Slamet, insinerasi bersama LRUK ini merupakan upaya penurunan emisi dengan memanfaatkan EBT sebagai salah satu cara mempercepat transisi energi dan dekarbonisasi nasional. Di sisi lain, pemanfaatan LRUK juga merupakan salah satu bentuk program Waste to Energy.

“Pemanfaatan LRUK sebagai sumber energi ekologis sekaligus mengatasi permasalahan pemborosan uang kertas menjadi salah satu jawaban terhadap kebutuhan EBT dan semangat zero waste,” tutupnya.

Ikuti Saluran WhatsApp Okezone untuk update terbaru setiap hari

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *