Prabowo Minta Saran Nama Dirjen Pajak Erick Thohir Beri Bocoran: Okezone Economy

Uncategorized105 Dilihat

JAKARTA – calon presiden nomor urut 02, Prabu Subiantomeminta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mencari sosok yang bisa menjadi Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) selanjutnya.



Tak hanya Erick Thohir, permintaan serupa juga disampaikan Prabowo kepada mantan Menteri Keuangan 2013-2014 Chatiba Basri, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo atau Tiko, dan Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk Darmawan Junaidim.

“Pak Erick, Pak Darmawan, Pak Kartika, Pak Chatib, mohon sarannya, menurut Anda siapa yang bisa menjadi Dirjen Pajak?” kata Prabowo di Mandiri Investment Forum 2024, Jakarta Selatan, Selasa (3/5/2024).

Menanggapi hal tersebut, Erick membenarkan bakal mencari sosok baru untuk posisi Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan. Prabowo, lanjut Erick, ingin semua orang yang bergabung di pemerintahan baru adalah orang-orang terbaik, artinya bisa bekerja maksimal.

“Pernyataan Pak Prabow yang paling penting adalah dia ingin semua orang baik, yang terbaik, membantunya. Tapi pilihan ada di dia, bukan saya, kata Erick saat ditemui wartawan di lokasi yang sama.

Ikuti berita Okezone berita Google

Ikuti terus semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang
klik disinidan nantikan kejutan menarik lainnya

“Seperti CEO, saya terkejut. Saat dia minta masuk, bukan hanya saya, Pak Chatib yang diminta masuk, saya pun diminta. “Iya, mungkin kita akan mencoba mencari tahu siapa yang terbaik,” jelasnya.

Permintaan Prabow ini bukan tanpa alasan. Erick mencatat, pemerintahan baru menginginkan tarif pajak Indonesia mencapai 16 persen. Saat ini tarif pajak baru berada di level 10 persen.

Baca Juga  Benarkah uban bisa bikin kepala gatal? : Gaya hidup Okezone

Berkat pencapaian baik tersebut, sektor perpajakan akan menjadi instrumen penting bagi pertumbuhan makroekonomi nasional di masa depan.

“Karena beliau menegaskan perpajakan harus tetap berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi, salah satunya tax rasio. “Dimana kita saat ini masih 10%, bisa jadi 16%,” jelas Erick.

“Tentu saja ada strategi lain dalam strateginya yang saya juga tidak tahu. “Yah dibandingkan menaikkan pajak pada individu atau korporasi, artinya kita kalah bersaing dengan negara tetangga,” lanjutnya.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *