Polisi menggeledah kamar asrama di Sukabumi, menemukan 29 paket Sabu siap diedarkan: Okezone News

Uncategorized35 Dilihat

SUKABUMI – Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Sukabumi Kota menangkap 1 pengedar narkotika dan 2 pengedar obat berbahaya. Polisi bersama-sama menyita 29 paket sabu siap edar serta 4.270 tablet tramadol dan hexymer.

Terduga pengedar sabu, RIS (27) dan terduga pengedar narkoba berbahaya, RS (23) dan YS (24) ditangkap di sebuah wisma di Kelurahan Babakan, Bandung, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, Kamis (28/3/2024). pada sekitar pukul 05:30 WIB.

Dalam kasus peredaran narkoba, polisi berhasil mengamankan banyak barang bukti dari tangan terduga pelaku RIS berupa 29 paket sabu siap edar dengan berat total 24,62 gram, 1 buah timbangan digital dan 1 buah timbangan digital. telepon genggam.

Sementara dalam kasus peredaran obat berbahaya, Sat Narkoba menyita barang bukti sediaan farmasi tanpa izin edar berupa 2.270 tablet Tramadol HCI 50 MG, 2.000 tablet Hexymer, dan satu unit telepon genggam dari tangan RS dan RY.

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Ari Setyawan Wibowo melalui Kasat Narkoba AKP Yudi Wahyudi mengatakan, barang bukti narkoba jenis sabu didapat setelah dilakukan penggeledahan di kamar asrama yang ditempati RIS.

Ribuan obat-obatan tanpa izin yang berhasil diamankan tersebut berhasil diamankan dari Perusahaan B yang kini telah ditetapkan sebagai DPO (Daftar Pencarian) untuk diedarkan kembali di wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi.

Alhamdulillah, kami kembali berhasil mengungkap penyalahgunaan narkotika sabu dan obat berbahaya atau sediaan farmasi tanpa izin edar dan menangkap 3 orang terduga pelaku, kata Wahyudi kepada MNC Indonesia, Selasa (4/2/2024).



Ikuti berita Okezone berita Google

Ikuti terus semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang
klik disinidan nantikan kejutan menarik lainnya

Baca Juga  Calon Legislatif Perindo Ikuti Lomba Gagasan Universitas Udayana: Okezone News

Usai mengamankan RIS, lanjut Wahyudi, pihaknya langsung menggeledah wisma miliknya dan menemukan satu kantong plastik hitam berisi 29 paket narkotika sabu siap edar beserta timbangan digital.

“Sejauh ini kami dari pihak RS dan YS saat digeledah di kamar asramanya hanya mengamankan 20 buah obat Tramadol HCI 50 Mg. Setelah dilakukan pengecekan, pihak RS mengaku akan mengambil ribuan obat berbahaya tersebut dari salah satu jasa pengiriman, ” kata juru bicara itu. kata Wahyudi.

Wahyudi menambahkan, sekitar pukul 10.00 WIB dini hari saat mengecek layanan pengantaran, pihaknya berhasil menyita 4.279 obat berbahaya berupa 2.250 tablet tramadol dan 2 toples berisi 1.000 tablet hexymer.

“Dealer RIS yang mencurigakan diancam dengan Pasal 114 ayat. (2) dan/atau Pasal 112 par.

Sedangkan RS dan YS, lanjut Wahyudi, terancam Pasal 435 Jo Pasal 138 Ayat (2), Ayat (3) Sub Pasal 436 Jo Pasal 145 Ayat (1) UU RI Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dengan batas atas hukumannya adalah 12 tahun penjara.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *