Pentingnya Tradisi Makan Lontong Bagi Jemaah Vihara Dharma Bakti Saat Perayaan Cap Go Meh: Okezone Travel

Uncategorized123 Dilihat

HARI Cap Go Meh dirayakan 14 hari atau dua minggu setelah perayaan Tahun Baru Imlek. Momen ini menandai berakhirnya rangkaian perayaan tahun baru Imlek.

Orang-orang dari agama Konghucu dan Budha juga biasanya ikut serta dalam perayaan tersebut Cap Go Meh Ini.

Masyarakat Tionghoa yang tinggal di Jakarta dan dari berbagai daerah pun datang merayakan Cap Go Meh di salah satu kelenteng tertua di Jakarta, Vihara Dharma Bakti yang terletak di kawasan Petak Sembilan, Glodok, Jakarta Barat.

Salah satunya adalah Chen, 42, warga Jakarta yang menyempatkan diri memuja Cap Go Meh di Pura Dharma Bakti pada akhir pekan.

Chen mengatakan, perayaan Cap Go Meh tidak kalah pentingnya dengan Imlek karena eratnya kesatuan di antara keduanya.

Tradisi yang masih diikuti Chen dan keluarga untuk merayakan Cap Go Meh diawali dengan doa atau pemujaan di Vihara Dharma Bakti.

(Foto: Devi Patricia/MPI)

“Cap Go Meh adalah hari ke-15 dimana perayaan Imlek benar-benar akan berakhir. Awalnya hari pertama kemarin saat Tahun Baru Imlek kan? “Biasanya kita berdoa, memohon restu perlindungan dan merayakannya dengan lontong Cap Go Meh,” jelas Chen saat ditemui MNC Portal Indonesia (MPI) di Vihara Dharma Bakti Glodok, Jakarta Barat, Sabtu (24/02/2021). 2024).

Usai berdoa, tradisi yang tak boleh dilewatkan oleh keluarga Chen adalah menyantap Lontong Cap Go Meh.

Kuliner Lontong Cap Go Meh merupakan salah satu kuliner khas yang disantap dalam rangka merayakan Hari Cap Go Meh.

“Tradisi yang diturunkan dari orang tua kami biasanya berdoa di pagi hari, lalu merayakan bersama makan lontong Cap Go Meh dari sore hingga malam hari,” ujarnya.

Baca Juga  Jadwal imsak dan waktu sholat bulan Desember 2023 Jakarta dan sekitarnya

Lontong Cap Go Meh mengandung beragam bumbu yang menempel di lidah saat disantap. Umumnya menu ini terdiri dari lontong yang ditaburi sayuran hijau dan ditemani beberapa lauk pauk seperti stik drum ayam, kari ayam, telur rebus, dan biskuit.


Ikuti berita Okezone berita Google

Ikuti terus semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang
klik disinidan nantikan kejutan menarik lainnya

Meski umumnya terdengar sama dengan lontong sayur, namun Lontong Cap Go Meh ini istimewa karena hanya bisa Anda temukan pada hari Cap Go Meh itu sendiri. Apalagi jika dinikmati bersama keluarga besar, pasti akan terasa lebih istimewa.

Chen mengungkapkan, tujuan memakan Lontong Cap Go Meh adalah agar selalu terlindungi dan membawa keberuntungan sepanjang tahun baru.

“Salah satu maknanya adalah menjaga karena isinya banyak. “Agar tetap berjalan lancar sepanjang tahun,” jelas Chen.

Meski identik dengan pertunjukan khusus, Vihara Dharma Bakti tidak menyelenggarakan acara khusus seperti parade patung dan pertunjukan barongsai pada hari Cap Go Meh.

Cap Go Meh di Petak Sembilan

(Foto: Devi Patricia/MPI)

Sebab dari tahun ke tahun Vihara Dharma Bakti hanya dibuka untuk ibadah pribadi.

Bahkan sebagai anggota komunitas, Chen mengaku tidak mempermasalahkan hal tersebut. Ia meyakini esensi perayaan Cap Go Meh harus datang dari hati masyarakat. Dengan demikian, patung dan arak-arakan tarian singa hanya bersifat simbolis saja.

“Sebenarnya itu hanya semacam perayaan simbolis. Namun perayaan itu sendiri pada hakikatnya adalah perayaan dari hati yang lain. Saya hanya berharap kondisi ke depan selalu lancar, baik bagi keluarga maupun bagi bangsa ini, ujarnya.

Baca Juga  Siapa pemilik bus Maju Lancar? : Okezone Otomotif

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *