PDIP: Kita lawan dinasti politik! : Samudera Nasional

Uncategorized167 Dilihat

JAKARTA – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akan menentang segala praktik dinasti politik. Pasalnya, perlawanan terhadap dinasti politik diatur secara internal oleh partai berlambang banteng berhidung putih itu.




Hal itu diungkapkan Ketua DPP PDIP Bidang Ideologi dan Generasi Kader Djarot Syaiful Hidayat dalam pertemuan di Gedung CM Jakarta Timur, Senin (30/10/2023).

“PDIP menentang pembentukan dinasti, misalnya suami istri tidak bisa dicalonkan, misalnya menjadi anggota DLR atau legislatif setingkat, misalnya saya caleg dari Sumut, saya istri juga anggota DLR, itu tidak boleh, apalagi di satu daerah pemilihan, beda-beda. Daerah pemilihan tidak boleh dinasti, kata Djarot.

Berdasarkan hal tersebut, Djarot menegaskan pihaknya akan membatasi keluarga tersebut untuk mencalonkan diri sebagai pejabat publik. Oleh karena itu, dia menegaskan PDIP akan melawan praktik tersebut dinasti politik.

Jadi kami PDIP melawan dinasti politik, kami batasi maksimal tiga keluarga, kata Djarot.

Ia pun menjelaskan posisi Ketua Umum DPP PDIP MegawatiSoekarnoputri. Djarot menegaskan, Megawati membangun karir politik dari bawah setelah Bung Karno meninggal.

“Saat Bung Karno meninggal puluhan tahun lalu, Bu Mega datang PDIP 86, sebagai anggota DĽR, ya. Lanjutkan sebagai ketua umum partai dari bawah. “Dia Ketua DPC Jakarta Selatan dari bawah,” ujarnya.

Ikuti berita Okezone berita Google


Seperti halnya Megawati, kata Djarot, Ketua DPP PDIP Puan Maharani membangun karir politiknya dari bawah. Dia mengatakan, Puan memulai karirnya sebagai anggota DPR RI saat Megawati tak lagi menjabat presiden.

“Mbak Puan dicalonkan jadi anggota DPR RI saat Bu Mega sudah tidak presiden lagi, sudah tidak berkuasa lagi ya. Menko PMK, juga dari bawah,” ujarnya.

Baca Juga  Jadwal imsak dan waktu sholat bulan Maret 2024 Jakarta dan sekitarnya

“Tapi yang kita lihat sekarang di masyarakat berkembang, ‘Inilah Jokowi membangun dinasti’. Ya, ketika dia berkuasa. Ketika dia berkuasa, itu adalah bahwa dalam proses demokrasi, setiap orang punya hak untuk dipilih dan Tapi ada etikanya, ada batasannya, “Ada prosesnya ya,” pungkas Djarot.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *