Menkop Dorong UKM Ubah Pola Pikir dan Jadi Pengusaha Tangguh: Economy Okezone

Uncategorized80 Dilihat

BOGOR – Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki menekankan pentingnya mengubah pola pikir pelaku bisnis mikro dari kelangsungan hidup hingga mentalitas kewirausahaan yang kuat.

“Masalahnya terletak pada pola pikir pelaku usaha mikro yang merasa sudah cukup. Karena usaha awal hanya untuk menghidupi keluarga,” kata Teten pada Meet Up Forum Mandiri Bantuan Usaha Mikro di Kota Bogor, Rabu (22/05). /2024).

Diakui Teten, terdapat permasalahan yang menghambat berkembangnya usaha mikro, yaitu permasalahan akses pasar, bahan baku, dan akses teknologi.

Oleh karena itu, program bantuan kepada usaha mikro seperti ini dari awal hingga rantai hilir harus terus dilanjutkan dan diperkuat, ujarnya.

Sebab, ia melihat banyak peluang dan peluang untuk berkembangnya wirausaha mikro. Ia mencontohkan, sebuah usaha mikro di Jepang yang sukses mengembangkan produk oleh-oleh khas negeri Sakura dengan kemasan super cantik.

“Peluang produk usaha mikro ada di toko oleh-oleh. Jadi kemasan produknya harus berkonsep kado, seperti yang dilakukan di Jepang,” tambah Teten.

Oleh karena itu, program pendampingan mandiri bagi usaha mikro seperti ini harus terus memadukan dan memperkaya pola atau strategi yang terintegrasi ke depan. “Membayangkan kolaborasi dan sinergi dengan pemangku kepentingan dan komunitas kreatif UMKM untuk mendukung suksesnya program tersebut. Seperti agenda kolaborasi yang akan dipublikasikan dengan ITB dan UGM. Program inkubasi seperti itu sangat tepat,” ujarnya.

Teten juga berharap ke depan dengan adanya UKM berbasis kewirausahaan akan tumbuh perekonomian-perekonomian baru di subsektor UKM, tidak hanya kuliner, fesyen, dan kerajinan saja. Namun juga UMKM di sektor jasa dan digital seperti game, aplikasi, film, musik, dan fotografi.

Baca Juga  Aksi Baru, PSBS Biak Segera Incar Juara Ligue 1 Musim Depan! : Okezone Dia

Ikuti berita Okezone berita Google

Ikuti terus semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang
klik disinidan nantikan kejutan menarik lainnya

Sementara itu, Deputi Bidang Usaha Mikro KemenKopUKM Yulius menjelaskan, tujuan program pendampingan usaha mikro mandiri ini adalah untuk memberikan akses dan ruang bagi peserta usaha mikro untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan usaha dan manajemennya.

Termasuk akses sertifikasi produk (Sertifikasi Halal, SPP-PIRT dan HKI) untuk mengakses perbankan dan lembaga keuangan lainnya serta memberikan media presentasi produk unggulan dan jaringan pasar bagi peserta.

“Juga meningkatkan keterlibatan dan sinergi berbagai pihak dalam program pendampingan berkelanjutan bagi pengusaha mikro,” kata Yulius.

Tahun ini, pihaknya akan bekerja sama dengan dua universitas yakni Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Gajah Mada (UGM) untuk melanjutkan program tersebut.

“Kami berharap ekosistem bantuan usaha mikro semakin diperkuat dan dikembangkan untuk menumbuhkan ekonomi baru serta usaha mikro yang sudah ada agar termodernisasi, mandiri dan berkelanjutan,” kata Yulius.

Dari sisi capaian program pada tahun 2023, terlihat 36 persen peserta program mengalami peningkatan omzet, 28 persen mengalami peningkatan aset, dan 23 persen mengalami peningkatan tenaga kerja. “Selain itu, program ini juga menghubungkan peserta dengan akses pemasaran ke agregator,” ujarnya.

Jam tangan Saluran WhatsApp Okezone untuk update terbaru setiap hari

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *