Mengukur dampak kenaikan PPN sebesar 12% terhadap sektor usaha: perekonomian Okezona

Uncategorized95 Dilihat

CERAMAH kenaikan tarif PPN dari 11% menjadi 12% pada tahun 2025 akan berdampak signifikan pada sektor perdagangan karena kebijakan ini berdampak pada seluruh lapisan masyarakat. Pakar hukum bisnis dan niaga internasional Prof. dr. Ariawan Gunadi, SH, MH mengatakan kenaikan PPN sebesar 1% berpotensi semakin mendongkrak inflasi.



Meski kenaikan tarif PPN hanya kecil, namun dampaknya meluas ke hampir seluruh harga produk dan beberapa jasa.

Menurut Ariawan, penelitian Aaron yang diterbitkan oleh Ernst & Young pada tahun 2010 menunjukkan bahwa kenaikan tarif PPN sebesar 1% dapat menyebabkan kenaikan tingkat harga agregat kurang dari 1%. Selain itu, kenaikan PPN akan menyebabkan harga produk naik sehingga barang dan jasa menjadi lebih mahal bagi masyarakat.

Selain itu, dengan adanya kenaikan PPN maka akan terjadi penurunan daya beli masyarakat akibat melambatnya pertumbuhan ekonomi yang berdampak pada . Menurunnya daya beli masyarakat berdampak pada melemahnya konsumsi rumah tangga. Penyebab utamanya adalah masyarakat merasa terbebani dengan kenaikan pajak yang harus mereka bayar sehingga cenderung mengurangi pola konsumsinya dan lebih memilih menabung dibandingkan membelanjakannya untuk membeli barang dan jasa.

Perlambatan tingkat konsumsi ini kemudian berdampak luas terhadap aktivitas perekonomian secara keseluruhan, karena konsumsi rumah tangga merupakan salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi. Hal ini cukup mengkhawatirkan karena kontribusi pengeluaran konsumsi rumah tangga akan meningkat sebesar 4,82% pada tahun 2023 dan secara kumulatif mencapai 53,18% terhadap pertumbuhan PDB nasional berdasarkan laporan yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik.

Tak hanya itu, kenaikan PPN berpotensi mengganggu rantai pasok usaha. Kenaikan PPN akan berdampak langsung pada peningkatan biaya yang diperlukan dalam proses distribusi dan berdampak pada keseluruhan rantai pasokan bisnis, terutama jika perusahaan kesulitan untuk menutupi biaya tambahan tersebut atau kesulitan untuk menaikkan harga produk secara efektif bagi konsumen akhir.

Baca Juga  5 Jenis Pemeriksaan Kanker Payudara yang Wajib Dibaca Wanita! : Okezone kesehatan

Ikuti berita Okezone berita Google

Ikuti terus semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang
klik disinidan nantikan kejutan menarik lainnya

“Kondisi ini dapat menyebabkan terganggunya hubungan dengan pemasok dan distribusi produk secara keseluruhan. Kebijakan kenaikan PPN dapat menyebabkan perubahan yang cukup mendasar dalam cara perusahaan beroperasi dan berinteraksi dengan mitra bisnisnya, karena beberapa perusahaan perlu mencari pemasok alternatif atau mengevaluasi kembali perjanjian kerja sama yang sudah ada,” lanjutnya.

Lebih lanjut Ariawan mengkhawatirkan kebijakan kenaikan PPN berpotensi meningkatkan angka pengangguran di Indonesia. Kenaikan PPN akan menyebabkan penurunan penjualan barang dan jasa sehingga berdampak pada penurunan kinerja perusahaan. Apabila kinerja suatu perusahaan menurun maka dapat mengakibatkan berkurangnya penyerapan tenaga kerja bahkan terjadi PHK dan meningkatnya pengangguran.

“Kebijakan kenaikan PPN perlu dipertimbangkan secara matang dan hati-hati, dengan mempertimbangkan potensi dampaknya terhadap pasar tenaga kerja dan perekonomian secara holistik, agar tidak menimbulkan guncangan yang dapat mengancam negara dan keamanan bangsa,” tegasnya. .

Ahli dalam bisnis internasional dan hukum komersial

Prof mengomentari topik ini. dr. Ariawan Gunadi, SH, MH

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *