Membahayakan pengendara di jalan raya, enam debt collector di Bandung ditangkap polisi: Okezone News

Uncategorized42 Dilihat

BANDUNG – Polrestabes Bandung pada Rabu 27 Maret 2024 berhasil menangkap enam debt collector yang dikenal dengan sebutan mata elang di kawasan Nagreg, Kabupaten Bandung.

Tersangka yang berhasil diamankan yakni FG (37), MYS (39), MRR (26), IS (52), HH (44) dan AM (52) ditangkap setelah sempat berhenti paksa dan melakukan pengancaman terhadap korban bernama Eneng. Siti Halimah.

Penangkapan ini merupakan hasil keberhasilan Polrestabes Bandung dalam mengungkap kasus pidana yang melibatkan debt collector yang memaksa korban berhenti di jalan raya, kata Kapolrestabes Bandung Kompol Kusworo Wibowo saat sidang di Mapolda Bandung, Kamis. (28 Maret 2024).

Kusworo menjelaskan, enam debt collector awalnya mengikuti dua kendaraan yang berada di dalam mobil korban. Kemudian kendaraan pertama langsung menghadang mobil di depannya.

“Kemudian ada kendaraan lain yang menghadang di belakangnya. Dia kemudian langsung mengambil posisi di sebelah kursi pengemudi dan mencoba mengambil kunci kontak kendaraan. Dia ingin mengambilnya secara paksa di tengah jalan,” jelasnya.

Tak mau terjadi apa-apa, korban langsung melajukan mobilnya ke polisi di Nagreg.

“Baru sesampainya di sana, diketahui pelaku tidak memiliki surat-surat sah untuk menderek kendaraannya,” ujarnya.




Ikuti berita Okezone berita Google

Ikuti terus semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang
klik disinidan nantikan kejutan menarik lainnya

Kusworo membenarkan, kendaraan korban sudah lunas, namun BPKB kendaraannya diblokir korban untuk keperluan bisnis dan pembayarannya tertunda mulai tahun 2022.

“Namun karena kesulitan berbisnis, pihak yang dirugikan menunggak setahun lalu dan gagal melakukan pembayaran atas kendaraan tersebut,” ujarnya.

Baca Juga  KMSK Deinze mengagumi etos kerja Marcelino Ferdinand: Okezone Bola

Kusworo mengatakan keenam debt collector tersebut sebenarnya merupakan debt collector dari perusahaan resmi. Namun menurutnya, tindakan tersebut salah dan tidak sesuai prosedur sehingga keenamnya harus ditangkap.

“Jadi mereka beda tugas dan fungsinya. Mulai dari supir, petunjuk, dan negosiator. Tapi dua hal itu, berkasnya tidak lengkap, yang kedua, tidak bertindak sesuai prosedur, sehingga akhirnya kami tangkap,” ujarnya. .

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan beberapa pasal, yakni pasal § 365 KUHP, § 368 KUHP. dengan ancaman hukuman penjara 12 tahun 9 tahun.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *