Ini Kelebihan dan Kekurangan KPR Syariah: Okezone Economy

Uncategorized184 Dilihat

JAKARTA – Ini adalah pro dan kontra KPR syariah. Skema Pinjaman Kepemilikan Rumah (hipotek) Syariah semakin populer di kalangan masyarakat, terutama di kalangan pasangan muda yang ingin memiliki rumah idaman.

Namun, sebelum Anda memutuskan memilih KPR Syariah sebagai sarana investasi properti, ada baiknya Anda memahami dulu kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya. Dihimpun dari berbagai sumber, Selasa (26/09/2023), KPR Syariah merupakan salah satu jenis pembiayaan pembelian rumah yang diatur berdasarkan prinsip syariah Islam.

Inilah salah satu keunggulan utama KPR Syariah, antara lain tidak adanya bunga atau riba dalam bertransaksi sesuai prinsip agama Islam:

Manfaat CPR Syariah

1. Tidak ada minat

Salah satu keunggulan utama KPR Syariah adalah tanpa bunga dan riba. Hal ini tidak hanya sesuai syariah tetapi juga memberikan keamanan dalam perencanaan keuangan karena pembayarannya tetap setiap bulan.

2. Uang muka lebih rendah

CPR Syariah memungkinkan nasabah membayar uang muka yang lebih rendah, yakni sekitar 10%, dibandingkan CPR konvensional yang biasanya mensyaratkan uang muka minimal 15%.

3. Besarnya pembayaran sekaligus

Nasabah KPR Syariah menikmati cicilan tetap setiap bulan hingga lunas. Dengan demikian, tidak ada fluktuasi suku bunga yang akan mempengaruhi pembayaran kembali, seperti halnya hipotek klasik.

4. Tidak ada penalti

Nasabah CPR Syariah dapat melakukan pelunasan lebih awal tanpa penalti, yang merupakan keunggulan dibandingkan CPR konvensional.

Ikuti berita Okezone berita Google


5. Dapat melakukan perencanaan keuangan

KPR Syariah memberikan kepastian dalam perencanaan keuangan karena pembayarannya tetap setiap bulan sehingga keluarga dapat merencanakan anggarannya dengan lebih baik.

Kekurangan CPR Syariah

1. Denda keterlambatan

Baca Juga  Puncak arus balik mulai malam ini, prediksi Departemen Perhubungan: Kelautan Nasional

Seperti halnya CPR konvensional, CPR Syariah menerapkan denda jika nasabah terlambat membayar cicilan.

2. Jangka waktu pinjaman pendek

Jangka waktu pinjaman CPR Syariah biasanya lebih pendek dibandingkan CPR konvensional, maksimal 15 tahun, sedangkan CPR konvensional bisa sampai 25 tahun. Ini dapat meningkatkan pembayaran bulanan Anda.

3. Tidak merasakan penurunan minat

KPR syariah memiliki cicilan bulanan yang tetap, sehingga jika suku bunga turun, nasabah tidak akan mendapatkan keuntungan dari penurunan tersebut seperti yang didapat pada KPR konvensional.

Pilihan antara KPR Syariah dan KPR konvensional akan bergantung pada preferensi pribadi, nilai-nilai agama, dan kebutuhan finansial individu.

KPR syariah cocok bagi Anda yang ingin menghindari bunga dan mencari rasa aman dalam cicilan bulanan, sedangkan KPR konvensional bisa menjadi pilihan bagi Anda yang membutuhkan jangka waktu pinjaman lebih lama. Penting untuk mempertimbangkan dengan cermat semua aspek ini saat membuat pilihan.

Konten di bawah ini disajikan oleh pengiklan. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam konten ini.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *