Ini cara efektif untuk memastikan sistem pengereman selalu optimal: Okezone Automotive

Uncategorized132 Dilihat

JAKARTA – Sistem rem merupakan salah satu komponen terpenting pada sebuah kendaraan.


Tugasnya adalah memperlambat sampai berhenti. Kalau ada masalah, bisa saja terjadi kecelakaan.

Salah satu komponen sistem rem yang memerlukan perawatan adalah kampas rem. Pasalnya, bagian ini bekerja dengan cara mengurangi kecepatan kendaraan saat bergesekan dengan piringan cakram.

BACA JUGA:

Rachmat Dwinata selaku perwakilan Bendix di Indonesia menegaskan, perawatan pada sistem pengereman sangat diperlukan. Selain itu, ada hal yang perlu dipahami pengendara agar kampas rem tetap awet dan bekerja maksimal.

“Hindari pengereman keras dulu, itu sangat berbahaya. Kedua perawatan rutin itu perlu, jadi jangan menunggu dia menelepon sebelum memeriksa. Lalu minyak remnya dibilas 20.000 km, ketebalannya (cakram/cakram rem) diperhitungkan, kata Rchmat di Jakarta Barat beberapa waktu lalu.

Rachmat mengatakan, pengereman bisa menjadi salah satu pemicu cepatnya keausan kampas rem, mengingat kampas rem yang aus akan sangat sulit dikenali jika kaliper rem tidak dibuka.

BACA JUGA:

“Sebenarnya tidak ada tanda-tanda keausan pada kampas rem. Oleh karena itu, saya menyarankan untuk melakukan perawatan rutin. Jadi kita cek rutin, kalau sudah tipis 20.000-30.000 km bisa kita analisa, ”ujarnya.

“Ada beberapa penyebab kampas rem tidak bekerja maksimal, entah minyak remnya kotor atau kaliper pistonnya lemah. Agak menyusahkan karena komponen remnya tertutup, lanjut Rachmat.

Ikuti berita Okezone berita Google


Bagi kendaraan yang parkir dalam waktu lama, Rachmat menyarankan untuk melakukan perawatan kampas rem sebelum berkendara jarak jauh.

Pasalnya, dikhawatirkan debu atau pasir akan menumpuk sehingga menyebabkan bantalan rem tidak dapat menahan cakram dengan baik.

Baca Juga  Biografi dan Agama Tukul Arowan, Komedian Kini Berjuang Melawan Stroke: Selebriti Okezone

“Jika mobil tidak sering digunakan, kampas rem hanya perlu dibersihkan dari debu agar bisa optimal kembali,” ujarnya.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *