Hubungan Persahabatan Kerajaan Sunda dan Majapahit Sebelum Pecahnya Perang Bubat: National Okezone

Uncategorized61 Dilihat

MISKIN – Jauh sebelum konflik dengan Kerajaan Majapahit pasca Perang Bubat, masyarakat Sunda mempunyai hubungan yang baik. Keduanya bahkan sempat berinteraksi bahkan pendiri kerajaan Majapahit merupakan keturunan Sunda.

Darmasiksa Prabu Sanghyang Wisnu, raja Sunda ke-24, mempunyai seorang putra mahkota bernama Rakryan Jayadarma yang berdiam di Pakuan di Sunda. Berdasarkan penelusuran beberapa sumber sejarah, Rakryan Jayadarma merupakan menantu Mahisa Campak dari Singhasari Jawa Timur karena menikah dengan putrinya Dyah Lembu Tal.

Pernikahannya dengan Dyah Lembu Tal, Rakryan Jayadarma menghasilkan seorang putra bernama Nararya Sanggramawijaya, Dyah Wijaya atau Raden Wijaya yang lahir di Pakuan. Karena Jayadarma meninggal dalam usia muda, Lembu Tal dan Nararya Sanggramawijaya kembali ke Singhasari.

Pendapat Nararya Sanggramawijaya (Jaka Sesuruh) yang lahir dari Pajajaran (Sunda) juga diungkapkan Babad Tanah Jawa dikutip dari “Perang Bubat 1279 Saka: Mengungkap Fakta Kerajaan Sunda versus Kerajaan Majapahit”. Menurut naskah ini, penerus takhta Sunda yang sah adalah Jaka Susuruh yang merupakan keturunan Jayadarma.

Namun ketika Jayadarma meninggal, Jaka Sesuruh bersedia menjadi raja bukan di Sunda melainkan di Majapahit. Selama tinggal di Singhasari, Nararya Sanggramawijaya atau Jaka Sesuruh mengabdi pada Kertanagara. Setelah Kertanagar, Nararya Sanggramawijaya menikahkan keempat putrinya yaitu Sri Tribhuwaneswari, Narendraduhita, Prajnyaparamita dan Gayatri. Melalui pernikahan ini terjalin ikatan kekeluargaan antara Sunda, Singhasari dan Majapahit.

Sedangkan hubungan Sunda Galuh dan Majapahit terjalin ketika Raden Wijaya yang merupakan putra bangsawan Sunda menikah dengan Dyah Lembu Tal dari Singasari atau putra Mahisa Campak. Raden Wijaya akhirnya mendirikan kerajaan baru dan naik tahta Majapahit, kerajaan baru yang ia dirikan.




Baca Juga  Kisah Betrand Pete Usai Video Kedekatannya dengan Sarwendah Kembali Viral: Okezone Celebrity

Ikuti berita Okezone berita Google

Ikuti terus semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang
klik disinidan nantikan kejutan menarik lainnya

Saat Kertanagara dari Singasari sedang melakukan ekspedisi Pamalaya, ia menjalin persahabatan dengan kerajaan Dharmasraya (Melayu). Saat itu Kertanagara mengirimkan patung Amoghapasa kepada Raja Dharmasraya.

Sementara itu Raja Dharmasraya menyerahkan kedua putrinya yaitu Dara Jingga dan Dara Petak kepada Kertanagara. Dara Jingga menikah dengan Mahisa Nabrang. Dara Petak menikah dengan Nararya Sanggramawijaya.

Dari perkawinan antara Nararya Sanggramawijaya (Sunda, Singhasari) dan Dara Petak (Dharmasraya), terjalinlah hubungan erat antara Sunda, Singhasari dan Dharmasraya. Karena Nararya Sanggramawijaya kemudian menjadi raja Majapahit; kemudian hubungan Sunda, Dharmasraya dan Majapahit tetap terjaga dengan baik.

Menindaklanjuti Saluran WhatsApp Okezone untuk update terbaru setiap hari

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *