FOMO Disebut Jadi Penyebab Kecemasan Remaja di Media Sosial, Kok Bisa? : Gaya hidup Okezone

Uncategorized173 Dilihat

TAKUT of missing out (FOMO) yang kini sering dibicarakan masyarakat Indonesia, khususnya kaum milenial. FOMO merupakan perasaan cemas yang muncul akibat rasa takut ketinggalan sesuatu yang menarik atau viral di media sosial.

Dikutip dari Hindustan Times, Minggu (8/10/2023), sebuah artikel terbaru mengupas FOMO. Hasil penelitian ini adalah apakah remaja merasa penggunaan media sosial dapat meningkatkan atau menurunkan kecemasannya.

Setidaknya ada 951 remaja Australia yang bersekolah di enam sekolah. Ternyata hasil survei menunjukkan bahwa 11 persen remaja mengakui bahwa penggunaan media sosial yang terlalu sering menyebabkan kecemasan dan penggunaan media sosial yang lebih jarang dapat mengurangi kecemasan.

11 persen remaja mengaku FOMO tinggi. Mereka bereaksi buruk terhadap informasi tentang aktivitas temannya, mengamati percakapan, dan takut dikucilkan dari aktivitas. Mereka tidak boleh dikaitkan dengan kelompok yang aman dan tidak beracun.

Ada kemungkinan bahwa para pelajar ini tidak keberatan penggunaannya dibatasi dan beberapa memilih untuk membatasi penggunaan media sosial karena mereka dapat melihat dengan jelas dampaknya terhadap mereka.

Sebaliknya, 54 persen pelajar yang terkena FOMO menunjukkan gejala kecemasan yang lebih kuat jika mereka memiliki sedikit waktu untuk menggunakan media sosial. Siswa-siswa ini mungkin mengandalkan media sosial untuk menghubungkan dan mengelola perasaan cemas yang umum.

Kelompok pelajar ini kemungkinan besar akan mengeluh keras jika penggunaannya dibatasi. Mereka cenderung membutuhkan lebih banyak validasi dari komentar dan kontak dengan teman online mereka. Selain itu, mereka mungkin lupa cara menghidupi diri sendiri secara offline.

Tidak berhenti sampai di situ, data lain menunjukkan bahwa 35 persen siswa tidak memiliki hubungan antara frekuensi penggunaan media sosial dan laporan kecemasan. Siswa-siswa ini memiliki tingkat FOMO yang normal dan sehat.

Baca Juga  Kisah Andy Boim membintangi film petualangan Ghost Catching Child: Okezone Celebrity

Mereka ingin menjadi bagian dari sesuatu yang ramai di media sosial, namun mereka tidak terobsesi dengan kebutuhan tersebut. Mereka bisa menyeimbangkan “asupan nutrisi” saat melakukan aktivitas offline dan online.

Pelajaran yang bisa diambil dari studi FOMO di atas

Ada beberapa pelajaran yang bisa dipetik dari studi FOMO yang disebutkan di atas. Kelompok yang merasa sangat cemas karena takut ketinggalan tren yang ada sebaiknya melakukan tinjauan mutakhir.

Sebab, jika dibiarkan bisa menimbulkan gangguan tidur jika kekhawatiran muncul kembali di malam hari. Pada akhirnya, Anda akan mengalami kurang tidur dan hal ini akan berdampak pada masalah kesehatan mental.

Ikuti berita Okezone berita Google


(tamat)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *