Dugaan bangunan cagar budaya dijadikan tempat parkir Kantor BI di Bengkulu: Okezone News

Uncategorized36 Dilihat

BENGKULU – Pembongkaran Lokasi Pembangunan Nasional Bubungan Tiga (KNID) di Jalan Ahmad Yani, Desa Kebun Keling, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu yang dijadikan tempat parkir kendaraan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu menanggapi Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu Edwar Samsi.

Edwar mengatakan, sebaiknya instansi/lembaga terkait memastikan jika area parkir tersebut masuk warisan budaya. Jika benar demikian, kata Edwar, jelas tidak boleh dan melanggar undang-undang (UU). Karena warisan budaya dilindungi undang-undang.

“Jangan sampai rusak. Kami sangat menyayangkan jika ini benar terjadi dan harus normal kembali. Sebaiknya instansi/instansi terkait meninjau langsung ke lokasi,” kata Edwar, Rabu (3/4/2024).

Sementara itu, Kepala Balai Pelestarian Budaya (BPK) Wilayah VII, Bengkulu – Lampung, Nurman Tias mengatakan, pihaknya akan mendalami benda-benda yang diduga merupakan cagar budaya Bubungan Tiga berdasarkan catatan.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai sejarah bangunan cagar budaya dengan mengumpulkan dokumentasi dan bahan pendukung lainnya.

“Kami akan melakukan penelitian sesuai catatan, ini kajian untuk mengetahui nilai sejarah bangunan yang diyakini sebagai situs cagar budaya,” kata Nurman saat dikonfirmasi melalui telepon.

Jika hasil penelitian menemukan bukti yang kuat, tegas Nurman, akan dikenakan sanksi sesuai undang-undang. Bank Indonesia, jelas Nurman, pada dasarnya akan mengikuti hasil kajian dan mengikuti seluruh aturan.

“Bisa jadi nanti gedungnya akan dibangun kembali. Tapi sudah tidak ada nilai sejarahnya lagi. Nanti kita lihat pelanggarannya sesuai hukum,” tegas Nurman.

Nurman mengatakan, bangunan tersebut baru didaftarkan di situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sehingga masih diduga sebagai situs cagar budaya. Masih ada dugaan bangunan ini merupakan monumen cagar budaya, makanya kami akan melakukan survei sesuai catatannya,” jelas Nurman.

Ia menambahkan, pihaknya telah bertemu dengan pejabat Bank Indonesia Bengkulu. Dampaknya, tanah tersebut dibeli pada tahun 2019 dan dibongkar pada tahun 2021. Selanjutnya pada tahun 2020 dibangun area parkir.

Baca Juga  Carlo Ancelotti raih kemenangan ke-200 bersama Real Madrid setelah menang 4-2 atas Osasuna: Saya sangat bangga! : Okezone Dia

“Dulu rumahnya kotor dan tidak terawat, sehingga gedung tersebut dibeli oleh Bank Indonesia dan dijadikan tempat parkir. Ini hasil pertemuan kami dengan Bank Indonesia,” kata Nurman.

Sejarawan dan budayawan Bengkulu, Agus Setyanto saat ditemui terpisah menjelaskan, bangunan Bubungan Tiga baru akan didata atau menjadi calon situs cagar budaya.

Namun, kata Agus, jika ditetapkan sebagai situs cagar budaya, tentunya akan dipasang papan nama di sekitar bangunan tersebut, sama seperti situs cagar budaya lain yang ada di Provinsi Bengkulu.

“Sepertinya sudah tercatat dan data awal dari Kemendikbud. Saya kira hanya calon monumen budaya. Kalau memang disengaja, benda itu tidak boleh diganggu, dirusak, atau apa pun.” kata Agus saat ditemui di rumahnya.



Ikuti berita Okezone berita Google

Ikuti terus semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang
klik disinidan nantikan kejutan menarik lainnya

Bisa jadi, jelas Agus, Bubungan Tiga sudah terekam. Namun, pemerintah tidak memberikan kompensasi apa pun atas tanah dan bangunan tersebut.

Sebab, kata Agus, ini merupakan tanah pribadi bukan milik pemerintah. Jadi tidak masalah jika bangunan tersebut dijual kepada pihak lain. Lain halnya jika suatu situs cagar budaya sudah dicanangkan.

Kalau tanahnya milik pribadi, tidak ada masalah. Lain halnya kalau sudah ada proses ganti rugi dari pemerintah atau ditetapkan sebagai cagar budaya, jelas Agus.

Dikonfirmasi oleh Departemen Humas dan Publikasi Bank Indonesia Bengkulu, Santi memilih enggan memberikan penjelasan terkait dugaan pembongkaran situs cagar budaya yang dijadikan tempat parkir.

Kemungkinan pihak balai akan mengadakan konferensi pers, tulis Santi dalam obrolan instan melalui WhatsApp, Rabu (4/3/2024).

Baca Juga  Cerita Seru di Balik Video Twitter TelefonDoJarka yang Viral

Seperti diketahui, lokasi Gedung Nasional Bubungan Tiga (KNID) di Jalan Ahmad Yani, Desa Kebun Keling, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu telah dibongkar dan dijadikan tempat parkir kendaraan Bank Indonesia perwakilan Provinsi Bengkulu.

Rumah Dr Abu Hanifah Bubungan Tiga ditetapkan sebagai cagar budaya melalui Surat Keputusan (SK) Penunjukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 120 Tahun 2009, Kamis, 4 Juni 2009, tertulis di situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Pendidikan dan Kebudayaan.

Dalam hal tinggalan sejarah dan purbakala, harus berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Termuat dalam Bab I, Ketentuan Umum, Pasal 1.

Kemudian pada Bab III Kriteria Cagar Budaya Bagian Kesatu Benda, Bangunan dan Struktur. Pasal 5, 6, 7, dan Pasal 8. Kemudian bagian kedua, daerah dan kawasan, Pasal 9, 10, dan Pasal 11.

Selain UU No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, peruntukan monumen cagar budaya juga tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 1 Tahun 2022 tentang Pendaftaran Nasional dan Perlindungan Warisan Budaya.

Dimana PP ini mengatur tentang perlindungan terhadap benda diduga cagar budaya (ODCB) yang diperlakukan sama dengan cagar budaya.

Selain itu, daftar peninggalan sejarah dan purbakala yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya dilindungi oleh Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1992 Tentang Benda Cagar Budaya juncto Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. per 31 Desember 2012 di provinsi Bengkulu ditemukan 20 peninggalan sejarah dan purbakala.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *