Diplomat Singapura didenda Rp 31 juta oleh pengadilan Jepang karena merekam anak laki-laki telanjang di pemandian umum: Okezone News

Uncategorized29 Dilihat

SINGAPURA – Seorang diplomat Singapura didenda 300.000 yen ($1.908) atau Rp 31 juta oleh pengadilan di Jepang pada Kamis (13/06/2024) setelah merekam seorang bocah lelaki telanjang di pemandian umum di Tokyo.

Pria berusia 55 tahun, yang diidentifikasi oleh televisi NHK Jepang sebagai Sim Siong Chye, didakwa masuk tanpa izin dan melanggar undang-undang anti-pelecehan Pemerintah Metropolitan Tokyo.

Pada Kamis (13/06/2024), Kementerian Luar Negeri Singapura (MFA) mengatakan kepada CNA bahwa perwira tersebut tidak memiliki kekebalan diplomatik karena jabatannya dijadwalkan berakhir pada pertengahan April tahun ini.

Pria tersebut merupakan mantan konselor di kedutaan Singapura di Tokyo. Counselor adalah pangkat diplomatik bagi petugas yang bertugas di luar negeri, misalnya di kedutaan. Menurut Konvensi Wina tentang Hubungan Diplomatik, seorang diplomat tidak dapat ditangkap.

Menyusul laporan bahwa petugas tersebut telah didenda oleh otoritas Jepang, Kementerian Luar Negeri menjawab pertanyaan dari CNA pada Kamis (13/06/2024) malam bahwa proses disipliner telah dimulai.

“Kami memahami bahwa petugas tersebut diperlakukan sesuai dengan hukum Jepang dan kami menghormati keputusan pihak berwenang Jepang,” jelas MFA.

“Kementerian Luar Negeri menanggapi dengan serius semua pelanggaran yang dilakukan oleh pejabat kami, dan proses disipliner telah dimulai,” lanjut kementerian tersebut. Mereka tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai proses ini.




Ikuti berita Okezone berita Google

Ikuti terus semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang
klik disinidan nantikan kejutan menarik lainnya

Media Jepang memberitakan pada Kamis (13 Juni 2024) pagi bahwa pria tersebut telah kembali ke Jepang untuk diperiksa polisi.

Surat kabar Asahi Shimbun menyebutkan dia tiba di Jepang pada 9 Juni menyusul permintaan dari Kepolisian Metropolitan Tokyo melalui Kementerian Luar Negeri Jepang.

Baca Juga  RI punya air mancur menari kelas dunia, penampakannya seperti ini: Okezone Economy

Yomiuri Shimbun mengatakan pria itu mengaku yang mengambil foto tersebut.

“Saya tidak bisa mengendalikan keinginan saya ketika melihat pria telanjang. Saya sendiri mengambil 20 hingga 30 (foto),” kata Asahi mengutip ucapannya.

“Saya terkejut dengan budaya pemandian umum Jepang dan menjadi tertarik dengan spa,” lanjutnya.

Kementerian Luar Negeri mengatakan dalam pernyataannya pada Kamis (13 Juni 2024) bahwa petugas tersebut memutuskan untuk kembali ke Jepang untuk bekerja sama dalam penyelidikan atas permintaan otoritas Jepang.

“Kedutaan Besar Singapura di Tokyo bekerja sama dengan pihak berwenang Jepang untuk memfasilitasi penyelidikan yang sedang berlangsung. “Kita harus menunggu hasil penyelidikan ini,” tambahnya.

Ikuti Saluran WhatsApp Okezone untuk update terbaru setiap hari

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *