China akan membayar biaya perluasan proyek kereta kecepatan tinggi dengan utang, siap menggelontorkan dana besar dari KAI: Okezone Economy

Uncategorized164 Dilihat

JAKARTA – Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (LEDAKAN) Kartika Wirjoatmodjo menegaskan pinjaman China Development Bank (CDB) kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI akan segera dicairkan oleh otoritas CDB.



Tiko mengatakan pinjaman dari China Development Bank akan menjadi modal KAI. Dana baru tersebut digunakan untuk menutupi pembengkakan biaya Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) alias Whoosh yang terjadi saat proyek mega angkutan massal ini dibangun beberapa waktu lalu.

Dia mencatat bahwa pemerintah Indonesia dan CDB telah menandatangani perjanjian pinjaman. Namun Tiko tidak merinci berapa nominal dana yang akan disetorkan bank asing ke KAI.

“Saya menandatanganinya, tapi saya lupa berapa jumlahnya. Tapi begitu Anda menandatanganinya, itu akan segera dibayarkan. Itu kan pinjaman di KAI. Itu sebenarnya suntikan modal di KAI, kata Tiko saat ditemui wartawan, Senin (1/8/2024).

Memang pemerintah meminta pinjaman ke CDB senilai USD 550 juta atau setara Rp 8,3 triliun. Pinjaman CDB diajukan mulai awal tahun 2022. Karena tingkat suku bunga yang diminta Indonesia tidak sesuai standar CDB, pencairannya sempat tertunda terlebih dahulu.

Ikuti berita Okezone berita Google

Ikuti terus semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang
klik disinidan nantikan kejutan menarik lainnya

Tiko menilai Bank Pembangunan China ngotot menetapkan suku bunga di kisaran 3% – 3,5%. Sementara itu, Indonesia sedang mengambil langkah negosiasi agar bunga pinjaman bisa diturunkan menjadi 2%.

Terakhir di bawah 4%, kisarannya sekitar 3%, saya lupa, tapi antara 3% – 3,5%, ujarnya saat ditemui di kawasan DPR/MPR pada Oktober 2023.

Baca Juga  Tips budidaya ikan lele di tengah fenomena perubahan iklim : Okezone Economy

Tiko memastikan utang Whoosh tidak dilunasi menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), melainkan melalui uang tunai KAI dan penjualan tiket kereta cepat. Sebab pinjaman itu menjadi modal KAI.

“Saya tegaskan, sumber pembayarannya juga dari tiket, jadi tidak ditanggung masyarakat Indonesia. KAI juga perusahaan yang sehat, jadi utangnya tidak ditanggung masyarakat Indonesia, ada korporasi dan penjualan tiket, jadi itu cerita yang salah,” jelasnya.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *