BI Pastikan Ketersediaan Rupee Cukup di Ramadhan dan Idul Fitri 2024: Okezone Economy

Uncategorized71 Dilihat

JAKARTA – Bank Indonesia memastikan ketersediaan rupiah menjelang Ramadhan hingga Idul Fitri 2024. Pasalnya, kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital tetap tinggi didukung sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal.

“Bank Indonesia terus memastikan ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah yang cukup dengan kualitas yang layak untuk diedarkan ke seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, khususnya dalam menyambut Ramadhan dan Idul Fitri 1445 H melalui Semarak Rupiah Ramadhan dan Idul Fitri. Program Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 2024,” jelas Gubernur BI Perry Warjiyo saat pengumuman Hasil RDG BI Februari 2024, Rabu (21/2/2024).



Hingga Januari 2024, nilai transaksi perbankan digital tercatat sebesar Rp5.335,33 triliun atau meningkat 17,19% (year-on-year). Nilai transaksi Uang Elektronik (EU) meningkat 39,28% year-on-year mencapai Rp 83,37 triliun.

Nominal transaksi QRIS meningkat 149,46% (year-on-year) menjadi Rp 31,65 triliun dengan pengguna sebanyak 46,37 juta orang dan merchant sebanyak 30,88 juta orang yang sebagian besar merupakan pelaku UKM.

Nilai transaksi pembayaran melalui kartu ATM, kartu debit, dan kartu kredit mencapai Rp692,32 triliun atau meningkat secara year-on-year sebesar 2,58%.

Baca juga: Kepo-siap merevolusi pasar isi ulang digital?

Ikuti berita Okezone berita Google

Ikuti terus semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang
klik disinidan nantikan kejutan menarik lainnya

“Dari sisi pengelolaan uang Rupiah, Jumlah Uang Beredar (UYD) meningkat sebesar 9,21% (year-on-year) menjadi Rp1.015,68 triliun pada Januari 2024,” kata Perry.

Sementara itu, sistem pembayaran Bank Indonesia (SPBI) yang lancar dan andal tetap terjaga dengan baik didukung oleh kondisi likuiditas yang memadai.

Baca Juga  Zelenskyj: Tank tempur Abrams yang diproduksi di AS telah tiba di Ukraina : Okezone News

“SPBI beroperasi dengan lancar, aman, dan andal serta didukung oleh risiko likuiditas dan risiko operasional yang berkelanjutan,” kata Perry.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *