Berapa lama poin penalti Driver Shopee hilang? : Okezone Ekonomi

Uncategorized174 Dilihat

JAKARTA – Berapa lama poin penalti bertahan? Tokopedia Drivernya hilang? Hal ini akan dibahas selengkapnya pada artikel ini.

makanan shopee kini telah menjadi salah satu layanan tersibuk di Shopee. Karena itu, banyak orang yang mendaftar menjadi food driver.

Ketertarikannya karena pendapatan pengemudi untuk membeli makanan dinilai cukup besar dan menguntungkan.

Namun lebih dari itu, penting bagi pengemudi Shopee untuk mengetahui aturan yang ada saat melakukan pekerjaannya. Salah satunya terkait kode etik.

Terkadang beberapa driver Shopee tidak mematuhi peraturan yang ada sehingga mendapat poin penalti.

Berdasarkan catatan Okezone pada Kamis (11/09/2023), pelanggaran umum yang sering dilakukan pengemudi adalah tidak mengenakan atribut lengkap/resmi atau khusus yang ditentukan Shopee, tidak terkirim atau terlambat mengambil pesanan di titik penjemputan, serta membeli dan mengirimkan barang yang tidak sesuai dengan pesanan/dokumen pembelian tanpa konfirmasi terlebih dahulu kepada pelanggan.

Akibat tindakan pengemudi toko kelontong yang tidak mematuhi kode etik, pengemudi mendapat poin penalti berkisar antara 5 hingga 150.

Ikuti berita Okezone berita Google


Lalu berapa lama poin penalti pengemudi belanja tersebut hilang?

Poin penalti diatur ulang ke nol secara otomatis setelah 60 hari sejak diterimanya pemberitahuan pelanggaran kepada pengemudi di bengkel. Periode reset berlaku untuk setiap pelanggaran yang dilakukan.

Apabila pengemudi kedapatan melakukan pelanggaran, pihak Shopee akan memberikan sanksi berdasarkan jumlah poin penalti. Hukumannya berupa peringatan: akun akan ditahan selama tujuh hari, dan setelah periode penangguhan akun tujuh hari, kemitraan akan dihentikan.

Oleh karena itu, penting bagi pengemudi Shopee untuk memperhatikan dan mematuhi peraturan yang ada agar tidak menimbulkan masalah baru.

Baca Juga  Babak Baru Kosongkan Hotel Sultan, Bahlil Terlibat dalam Peninjauan Izin Usaha Indobuildco: Okezone Economy

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *