Benarkah anak-anak kaya cenderung melakukan intimidasi? : Gaya hidup Okezone

Uncategorized67 Dilihat

PENULISAN atau perundungan yang terjadi di sekolah kembali ramai diperbincangkan dikalangan masyarakat. Pasalnya, kasus serupa terulang di SMA elite Binus Serpong.

Peristiwa ini viral dan ramai diperbincangkan di media sosial karena melibatkan anak artis, anak pembawa acara TV, dan juga anak pejabat. Bullying ini nggak cuma menimpa orang biasa lho, tapi juga anak-anak yang berasal dari keluarga kaya.

Anak-anak dari keluarga kaya lebih mungkin diintimidasi di sekolah karena latar belakang mereka, menurut penelitian baru yang diterbitkan hari ini.

Sebuah penelitian terhadap 1.843 siswa di Inggris, menurut Independent, mengungkapkan bahwa hampir 8 persen pernah mengalami perundungan karena kelas sosial mereka, sebagian besar karena orang tua mereka kaya atau memiliki kehidupan mewah.

Angka-angka tersebut terungkap dalam laporan tentang intimidasi yang dilakukan oleh Ditch The Label, sebuah organisasi anti-intimidasi yang didirikan oleh para korban intimidasi itu sendiri. Peneliti Liam Hackett mengungkapkan, tujuh dari sepuluh anak muda mengaku pernah mengalami perundungan saat itu. mencapai usia 18 tahun.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa mayoritas 60 persen mengatakan mereka pernah ditindas karena terlihat terlalu gemuk atau terlalu kurus. Alasan lain yang sering disebutkan adalah 36 persen karena minat atau hobi.

Selain itu, lebih dari satu dari lima, atau sekitar 21 persen, telah menjadi korban cyberbullying, sebuah tren yang menurut penyelenggara survei akan terus meningkat.

Siswa Jon Cross, 20, yang sekarang belajar antropologi di Sussex University, mengatakan dia diintimidasi setelah pindah dari sekolah swasta ke sekolah negeri pada usia 12 tahun setelah orang tuanya bercerai, sehingga memberikan tekanan finansial pada keluarganya.

Ikuti berita Okezone berita Google

Baca Juga  Mahasiswa UHO Jadi Korban TIP di Jerman, Malah Jadi Cleaning Service: Okezone News

Ikuti terus semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang
klik disinidan nantikan kejutan menarik lainnya

“Saya mengalami banyak perundungan verbal dan menjadi sasaran karena suara saya dan cara saya mengucapkan kata-kata saya,” katanya.

“Saya berbicara dengan mewah dan merasa menonjol. “Saya sempat disebut sebagai anak berkelas dan banyak orang di kelas saya mencoba membuat saya melakukan hal-hal yang akan membuat saya mendapat masalah,” lanjutnya.

Sementara itu, pria bernama Hackett mengaku sempat diejek soal seksualitasnya. Rumor tentang kehidupan pribadinya dipublikasikan di situs web, di mana teman-teman sekelasnya bertukar ejekan dan hinaan tentang dirinya.

“Saat itu saya berumur 15 tahun dan masih ragu dengan seksualitas saya, tapi saya tidak tahan lagi dan saya putus asa dan menceritakan segalanya kepada ibu saya,” katanya. “Saya pada dasarnya dipaksa untuk mengungkapkan diri sebelum saya yakin bahwa saya sebenarnya gay. Sungguh memalukan,” jelasnya.

Ditch The Label berencana untuk mendistribusikan salinan penelitiannya ke setiap sekolah dan perguruan tinggi untuk mendorong mereka agar waspada terhadap penindasan.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *