Beberapa jenis operasi yang dapat dilakukan melalui prosedur bedah robotik: Okezone health

Uncategorized59 Dilihat

PERKEMBANGAN Teknologi juga dirasakan di berbagai industri termasuk industri kesehatan di tanah air. Saat ini, prosedur pembedahan tidak lagi dilakukan dengan cara klasik, melainkan secara modern dengan bantuan robot.

Dokter dan spesialis bayi tabung (IVF), Dr. dr. Ivan Rizal Sini, GDRM, MMIS, FRANZCOG, Sp.OG mengungkapkan, bedah robotik merupakan prosedur medis yang dilakukan sejak tahun 2012.

Bahkan, banyak masyarakat Indonesia yang sebelumnya melakukan operasi robotika di luar negeri kini mulai pindah ke Indonesia. Pasalnya, prosedur bedah robotik terjangkau dan ditangani oleh dokter berpengalaman.

Ivan mengungkapkan ada beberapa jenis operasi yang bisa dilakukan melalui bedah robotik, salah satu kasus yang paling sering ditangani di Indonesia adalah pengobatan penyakit prostat.

“Prostat itu urologi dan paling sering menjalani operasi robotik. Prostat sulit dihilangkan. “Kalau pakai robot, tinggal ambil dan jahit dengan lengan robot,” kata Dr. Ivan pada konferensi pers pembukaan Persatuan Robotika Medis Indonesia (ROBOMEDISIA) di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, Sabtu 18 Mei 2024.

Faktanya, bedah robotik kini direkomendasikan dibandingkan laparoskopi pada sebagian besar kasus bedah robotik untuk pasien dengan kelainan prostat. Perbedaan antara robotika adalah pembedahan dan penyembuhan yang lebih cepat. Maka lama rawat pasien akan jauh lebih singkat jika dilakukan operasi robotik.

“Sebenarnya untuk kasus prostat sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. “Diantara laparoskopi dan robotika, robotika pasti jauh lebih baik,” ujarnya.

Selaku ketua ROBOMEDISIA dr. Ivan juga menjelaskan, bedah robotik juga bisa dilakukan pada bedah kebidanan, seperti pengangkatan rahim, fibroid, dan kista. Namun, operasi caesar tidak dapat dilakukan karena memerlukan robekan lubang yang besar.

“Jadi kalau dokter spesialis kebidanan atau kandungan bisa melakukan operasi pengangkatan rahim, pengangkatan fibroid, kista, rahim secara umum. “Tetapi Anda tidak bisa menjalani operasi caesar karena kepala bayinya besar dan berisiko,” kata Dr. Ivan.

Baca Juga  6 Festival dan Tempat Wisata Spektakuler di Hong Kong yang Bisa Dinikmati Hingga Akhir Tahun 2023: Okezone Travel

Selain itu, dr. Ivan mengungkapkan, operasi pada saluran pencernaan atau operasi usus pada kasus seperti kanker usus besar, usus buntu, hati, atau transplantasi jantung atau hati juga dapat dilakukan dengan menggunakan prosedur bedah robotik.

Bagi pasien yang harus menjalani operasi jantung dan operasi onkologi atau tumor, bedah robotik menyediakan layanan tersebut untuk membantu pasien pulih lebih cepat.

Ikuti berita Okezone berita Google

Ikuti terus semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang
klik disinidan nantikan kejutan menarik lainnya

Mengenai persyaratan pra-operasi, Dr. Ivan menjelaskan, tidak ada persyaratan yang membedakan bedah robotik dengan bedah konvensional pada umumnya.

“Pasien yang menjalani operasi harus diberitahu tentang kelayakannya dalam hal risiko dan kesehatan pasien. Informed consent mengenai potensi yang dapat terjadi selama operasi, termasuk biaya, dijamin. Jadi sebenarnya persiapannya sama dengan operasi biasa, tidak ada yang berbeda, kata dr. Ivan.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *