Bareskrim kembali membantah laporan dugaan manipulasi suara KPU Sirekap: Aplikasi National Okezone

Uncategorized41 Dilihat

JAKARTA Divisi Kriminal Polri kembali membantah laporan Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) dan Perekat Nusantara soal dugaan manipulasi hasil pemungutan suara. Pilpres 2024.

Pada Jumat, 1 Maret 2024, pengumuman tersebut sebelumnya juga ditolak oleh Polri. Polri menyebut laporan tersebut bukan kewenangan Polri melainkan ranah Gakumdu di Bawasl.

Bareskrim hanya menerima laporan tertulis yang disampaikan kepada Kepala Badan Reserse Kriminal dan diterima oleh Bagian Dumas. Faktanya, laporan polisi yang akan diserahkan berisi dugaan kejahatan politik tingkat tinggi yang melibatkan kelangsungan kepemimpinan nasional yang timbul dari pemilu yang seharusnya berjalan adil dan adil.

“Ada perbedaan pendapat yang tajam antara kami dan Bareskrim Polri, karena apa yang ingin mereka laporkan adalah kewenangan Gakkumdu atau Bawasl. Faktanya, ini adalah dugaan tindak pidana pelanggaran hukum, kejahatan politik tingkat tinggi, menyangkut kelangsungan kepemimpinan nasional, yang harus didasarkan pada prosedur yang jujur, benar, dan adil, kata Petrus Selestinus dari TPDI. , di Jakarta, Senin (4 Maret 2024).

Apalagi berupa dugaan kecurangan hasil pemilu umum/presiden 2024 akibat penggunaan aplikasi Sirekap. Aplikasi milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) ini merupakan produk ITB yang dinilai bermasalah bahkan diduga dirancang untuk memungkinkan penambahan, penghapusan, dan/atau pengendalian suara yang masuk secara ilegal dan menguntungkan calon presiden dan wakil presiden tertentu.



Ikuti berita Okezone berita Google

Ikuti terus semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang
klik disinidan nantikan kejutan menarik lainnya

Indikasinya, pada proses penghitungan suara sejak 14 Februari 2024 hingga saat ini, perolehan suara calon presiden tetap sama, tidak mengalami peningkatan dan penurunan yang signifikan terhadap 3 pasangan calon presiden sehingga menimbulkan pro dan kontra di beberapa pihak. bagian dari masyarakat.

Baca Juga  Prilly Latuconsina berbagi tips parfum tahan lama, gunakan 2 wewangian: Okezone Lifestyle

Advokat TPDI dan Perekat Nusantara dalam laporannya untuk disampaikan ke Bareskrim Cq. Dittipidsiber Bareskrim Polri pada Senin 3/4/2024 akan kembali meminta Bareskrim Polri memanggil 11 nama untuk dimintai keterangan terkait sejumlah kejanggalan di Sirekapa.

Keterlibatan ITB dalam proyek Aplikasi Sirekap diawali dengan adanya Nota Kesepahaman antara KPU dan ITB tentang kerjasama pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam mendukung penyelenggaraan pemilu dan pemilu tahun 2024, no. : 16/8PR.07/012021; Nomor : 034/IT1.A/KS.00/2021, tanggal 1/10/2021, ditandatangani oleh Ilham Saputra, Ketua KPU RI dan Reini Wirahadikusumah selaku Rektor ITB.

Dalam Nota Kesepahaman antara KPÚ dan ITB juga disepakati bahwa untuk korespondensi guna menjamin kelancaran pelaksanaan Nota Kesepahaman, KPÚ dan ITB menunjuk perwakilannya masing-masing sebagai liaison officer, dan untuk itu KPÚ menunjuk Sekretaris Jenderal dari KPÚ Bro. Bernad Dermawan Sutrisno, sedangkan ITB telah menunjuk Wakil Rektor ITB Bidang Sumber Daya Ms. Gusti Ayu Putri Saptawati.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *