Babak Baru Kosongkan Hotel Sultan, Bahlil Terlibat dalam Peninjauan Izin Usaha Indobuildco: Okezone Economy

Uncategorized96 Dilihat

JAKARTA – Pusat Administrasi Kawasan Gelora Bung Karno (PPKGBK) akan melibatkan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk memeriksa izin usaha PT Indobuildco.

“Mereka perlu mengecek izin usaha PT Indobuildco. Tentu (akan berkoordinasi dengan Kementerian Investasi/BKPM),” kata pengacara PPKGBK Saor Siagian saat dihubungi MNC Portal, Selasa (10/10/2023).

BACA JUGA:

Saor menegaskan, saat ini PT Indobuildco sudah tidak memiliki izin penggunaan lahan yang menjadi lokasi dibangunnya Hotel Sultan.

Pasalnya Hak Guna Bangunan (HGB) 26/Gelora dan 27/Gelora yang saat ini dimiliki PT Indobuildco sudah tidak berlaku lagi yang berarti telah habis masa berlakunya pada bulan Maret dan April 2023.

BACA JUGA:

Jadi, menurut dia, PT Indobuildco tidak berhak lagi memanfaatkan lahan Hotel Sultan. Hal inilah yang menjadi dasar tuntutan PPKGBK agar PT Indobuildco segera meninggalkan kawasan Hotel Sultan.

Sebab ketika HGB PT Indobuildco habis, otomatis kawasan itu menjadi milik negara.

Ikuti berita Okezone berita Google


Ketentuan ini berdasarkan keputusan PK no. 276 PK/Pdt/2011 yang menyatakan sahnya Keputusan Kepala BPN Nomor 169/HPL/BPN/89 tanggal 15.8.1989 Isi Keputusan Kepala BPN tersebut menjadi dasar dikeluarkannya HPL 1/Gelora, serta ketentuan yang mengecualikan HGB, dalam hal ini HGB 26 dan 27/Gelora, yang haknya belum berakhir, baru dimasukkan dalam HPL setelah berakhirnya HGB.

BACA JUGA:

Saor menyatakan, HGB 26 dan 27/Gelora yang berlaku saat ini habis masa berlakunya pada Maret dan April 2023. Jadi tentu saja tercakup dalam HPL 1/Gelora.

Masa berlaku HGB 26 dan 27 habis pada Maret – April 2023. Tidak diperpanjang oleh PLH GBK sehingga harus dilepas, lanjutnya.

Baca Juga  Benarkah anak-anak kaya cenderung melakukan intimidasi? : Gaya hidup Okezone

Dalam kesempatan lain, Direktur Utama PPKGBK Rakhmadi Afif Kusumo menjelaskan, upaya pembukaan lahan di kawasan Hotel Sultan dilakukan dalam rangka rencana pengembangan kawasan GBK.

Lahan Hotel Sultan nantinya akan disulap menjadi pusat perbelanjaan, ruang hijau, serta pengembangan kawasan TOD (Transit Oriented Development) yang mengacu pada masterplan pemerintah.

“Jadi rencana utamanya bagaimana kita mengoptimalkan aset-aset tersebut agar bisa dimanfaatkan lebih baik lagi oleh masyarakat. Tentu saja sesuai RDTR, kawasan itu punya ruang komersial. bisa masuk, nikmati, apakah ada ruang terbuka hijau baru,” kata Rakhmadi.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *