Babak Baru Kasus Emas Crazy Rich Surabaya vs Antam 1,1 Ton: Okezone Economy

Uncategorized57 Dilihat

JAKARTA – Kelanjutan sidang Super kaya Surabaya Budi Said v. PT lagu kebangsaan (Persero) Tbk masih berjalan.

Dimana gugatan ini masuk dalam penyampaian jawaban tergugat, namun tidak dibacakan (hanya tertulis) karena masih banyak proses pengadilan lainnya. Selanjutnya adalah penyampaian bukti oleh penggugat.

Setelah memeriksa kelengkapan dokumen yang diserahkan, komisi hakim Buyung Dwikora akhirnya memutuskan sidang selanjutnya akan digelar pada 4 Januari 2024.

Seperti diketahui, Budi Said mengajukan gugatan terhadap Antam atas penundaan pembayaran utang (PKPU).

Gugatan PKPU tersebut didaftarkan pengadilan pada Kamis, 30 November 2023. Gugatan Budi Said terdaftar dengan nomor registrasi perkara 387/Pdt.Sus-PKPU/2023/PN Niaga Jkt.Pst.

Kuasa hukum Antam, Fernandes Raja Saor mengatakan, tuntutan penundaan utang (PKPU) yang diajukan Budi Said terhadap Antam erat kaitannya dengan dugaan kepuasan yang dilakukan oleh Budi Said sendiri.

Permohonan PKPU yang dilakukan BS merupakan dugaan yang erat kaitannya dengan tuntutan kepuasan yang dilakukan BS sendiri dan juga bermula dari janji diskon dari pihak yang tidak pernah dikenal Antam yang dilakukan di luar mekanisme jual beli emas di BELM Surabaya, ujarnya. dalam keterangan resmi, Jumat (22 Desember 2023).

Padahal, menurut Fernandes, hal itu bisa dicek pada faktur pajak sebagai dasar transaksi emas yang paling sah.

“RUU pajak tersebut akan membuktikan bahwa tidak ada satu gram pun emas Antam yang tidak diserahkan kepada BS,” kata Fernandes.

Jadi pada prinsipnya dapat dikatakan rancangan undang-undang dalam Permohonan PKPU tidak sederhana, karena bertentangan dengan § 8 par. 4 UU PKPU.

Sebab, jika RUU Budi Said disahkan bisa menimbulkan potensi kerugian negara yang sangat besar.

Selain itu, menurut Fernandes, Budi Said juga mengajukan PKPU ke Antam tanpa menganggap Antam merupakan perusahaan pelat merah.

Baca Juga  Komunitas ASEAN Perlu Integrasikan Literasi Keagamaan Lintas Budaya ke dalam Visi ASEAN Pasca 2025: National Okezone

Dimana perusahaan beroperasi untuk kepentingan umum karena mempunyai peran dalam perekonomian negara.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *