Apartemen ASN skema KPBU belum dijual investor, oleh karena itu: Okezone Economy

Uncategorized34 Dilihat

JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang mencari investor untuk membangun apartemen ASN di IKN melalui skema KPBU (Kerjasama Badan Usaha Pemerintah).

Namun, saat ini belum ada investor yang berminat bekerja sama dengan pemerintah dalam proyek tersebut.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengakui hal tersebut dikarenakan biaya investasi yang harus disiapkan investor di IKN cenderung lebih mahal dibandingkan proyek lainnya. Tingginya nilai investasi ini pada akhirnya menjadi pertimbangan negara atas hasil investasi atau keuntungannya.

“Kalau menurut saya, KPBU Rusun ASN itu mahal, cost of money-nya bisa 2-3 kali lipat,” kata Menteri Basuki usai membuka acara tahunan Ikatan Konsultan Nasional Indonesia (INKINDO) di Jakarta, Kamis (20/1). 06/2024).

Selain itu, Menteri Basuki membandingkan proyek Rusun KPBU di IKN dengan proyek Jembatan Callender Hamilton. Pembangunan 37 jembatan yang sebelumnya dilaksanakan Kementerian PUPR membutuhkan investasi sekitar Rp700 miliar melalui skema KPBU. Namun investor mendapatkan imbal hasil selama 15 tahun dan total laba investasinya bisa mencapai Rp 1,5 triliun

Ikuti berita Okezone berita Google

Ikuti terus semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang
klik disinidan nantikan kejutan menarik lainnya

Berbeda dengan proyek Rusun ASN di IKN yang perkiraan nilai proyeknya sekitar Rp30,8 triliun untuk pembangunan 66 tower di IKN. Nilai investasi yang besar ini menjadi pertimbangan pemerintah secara matang ketika membuat skema KPBU dengan pihak swasta.

Jadi kita masih menghitung dengan benar, lebih baik mengambil pinjaman karena bunganya masih rendah, pungkas Menteri Basuki.

Portal MNC sebelumnya mencatat, saat ini setidaknya ada 3 pengusaha yang meminta skema KPBU Kementerian PUPR untuk tidak menaati ASN rusun di IKN. Pertama adalah PT Summarecon Agung Tbk, serta perusahaan pembentuk konsorsium yaitu China Construction First Group Corp. Ltd (CCFG) dan PT Risjadson Brunsfield Nusantara.

Baca Juga  Penuhi Kebutuhan SYL, Setiap Direktorat di Kementan Siapkan Rp 30 Juta Tiap Bulan: National Okezone

Summarecon akan membangun 6 menara dan Konsorsium Nusantara akan membangun 60 menara. Dari segi nilai investasi, konsorsium China diketahui bernilai Rp30,8 triliun, sedangkan Summarecon bernilai Rp1,67 triliun.

“Mereka akan menggarap apartemen ASN dan Pertahanan Keamanan dengan skema KPBU. Selain pembangunan 47 tower PNS yang bersumber dari APBN. Dan itu melalui skema KPBU,” kata Direktur Pelaksana Pembiayaan Perumahan Kementerian. dari PUPR, Haryo Bekti Martoyoedo pada kesempatan lain.

Jam tangan Saluran WhatsApp Okezone untuk update terbaru setiap hari

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *