Apakah Anda ingin mendapatkan vaksinasi demam berdarah? Ini syaratnya: Okezone News

Uncategorized166 Dilihat

MEDAN – Selain pemberantasan sarang nyamuk, juga dilakukan upaya pencegahan penyakit demam berdarah dengue (demam berdarah) kini juga dilakukan dengan vaksinasi. Cara vaksinasi ini diharapkan dapat menjadikan Indonesia bebas demam berdarah pada tahun 2030.

Fitriani Susanti Warinangin dari Klinik Spesialis Anugerah mengatakan saat ini ada 2 jenis vaksinasi demam berdarah yang sering digunakan oleh rumah sakit dan klinik. Kedua jenis vaksin ini dikategorikan berdasarkan kelompok umur pasien yang akan menerima vaksinasi.




Vaksin jenis pertama ditujukan untuk kelompok usia 9-18 tahun. Vaksin jenis ini diberikan sebanyak 3 kali dengan selang waktu 6 bulan antar suntikan. Vaksin jenis kedua ditujukan untuk kategori usia 6-45 tahun.

“Vaksin untuk anak usia 6 hingga 45 tahun ini merupakan yang terbaru. Hanya dilakukan dua kali dengan selang waktu tiga bulan. Harganya juga lebih murah, sekitar Rp 1 juta. Sejauh ini, vaksin untuk anak usia 9 hingga 18 tahun biayanya Rp 2 juta lebih, lebih mahal karena dosisnya juga sampai tiga kali suntikan, jelas dr Fitriani usai seminar edukasi “Sadar dan Pencegahan Demam Berdarah Dengue” di Ruang VIP Dawala, Restoran Koki Sunda, Jalan Hasanuddin, Kota Medan, Sabtu (25/11/2023).

Seminar edukasi “Dengue Awareness and Prevention” ini merupakan kerjasama antara MNC Life Assurance dengan Anugerah Specialist Clinic dan PT Takeda.

“Saat ini kami bekerja sama dengan MNC Life. Kami membantu nasabah terpilih MNC Life dengan melakukan vaksinasi agar tetap aman. Asuransinya tidak hanya untuk pengobatan, tapi kami juga membantu vaksinasi,” tambah Dr. Fitriani.

Untuk mendapatkan vaksinasi, kata Dr. Fitriani, ada empat kriteria yang harus dipenuhi pasien. Pertama, pasien tidak memiliki kelainan imun seperti penyakit yang memerlukan kemoterapi. Kedua, pasien tidak mengalami gejala seperti HIV/AIDS atau sedang terinfeksi penyakit tersebut.

Baca Juga  Selenggarakan Rapat Rutin TPN Ganjar-Mahfud, OSO: Tentukan Kemenangan Capres Nomor Urut 3: Samudera Nasional

Ketiga, ibu tidak menyusui dan tidak memiliki riwayat alergi atau ketidaksesuaian dengan komponen vaksin pada pasien yang telah menerima vaksinasi demam berdarah, jelasnya.

Ikuti berita Okezone berita Google

Ikuti terus semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang
klik disinidan nantikan kejutan menarik lainnya


dr. Fitriani menjelaskan, pasien yang terjangkit DBD biasanya mengalami demam disertai nyeri pada mata, persendian, dan tulang. Penderita juga sering mengalami mual dan muntah.

“Untuk indikasi awal. Jika hal seperti ini terjadi pada Anda, sebaiknya segera ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan. Biasanya dokter akan memberikan terapi selama tiga hari. Jika setelah tiga hari tidak ada perubahan, meski demam sudah hilang. turun, sebaiknya tetap ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut seperti pemeriksaan darah. Karena “kalau begitu biasanya positif demam berdarah,” jelasnya.

Terapi awal diperlukan selama tiga hari, kata Dr. Fitriani, karena dokter tidak bisa serta merta menggunakan antibiotik untuk melawan virus demam berdarah. Gejala demam yang dialami penderita tidak selalu berhubungan dengan demam berdarah.

“Penyebab demamnya banyak. Tidak selalu demam berdarah. Jadi antibiotik tidak bisa langsung diberikan. Demamnya kita kasih obat dulu, kalau tiga hari tidak ada perubahan baru kita lakukan pemeriksaan lagi,” kata dr. Fitriani.

Sementara itu, Regional Sales Director PT MNC Life Assurance Erwansyah Antoro mengatakan, upaya memprediksi penyebaran penyakit demam berdarah sangat penting. Tak kalah pentingnya adalah menyiapkan asuransi biaya pengobatan jika Anda terkena demam berdarah dan penyakit kritis lainnya.

MNC Life Assurance sendiri, kata Erwansyah, saat ini telah memiliki produk asuransi kesehatan perorangan yang menanggung biaya pengobatan hingga Rp 8 miliar. Produk asuransi kesehatan tersebut bernama ProMedis.

Baca Juga  Sri Mulyani Temui Bos Besar Freeport, Bahas Apa? : Okezone Ekonomi

“ProMedis menanggung biaya perawatan medis di rumah sakit di Indonesia dan di seluruh dunia, biaya yang ditanggung MNC Life mencapai Rp8 miliar,” kata Erwan.

ProMedis, jelas Erwan, merupakan produk asuransi individu yang memberikan kinerja sesuai tagihan. Selain memberikan manfaat perlindungan penyakit kritis seperti demam berdarah, produk asuransi ProMedis ini juga menjamin pengobatan tradisional Tiongkok dan memberikan layanan cashless.

Usia masuk produk asuransi ProMedis ini adalah 6 bulan hingga 70 tahun dengan masa pertanggungan hingga 80 tahun, dan minimal premi disesuaikan dengan usia masuk saat membeli premi.

“Pembayarannya bisa triwulanan, semesteran, atau tahunan. Jadi ini sangat membantu masyarakat,” pungkas Erwan.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *