Anda sering merasakan sakit di area perut saat berolahraga, ini alasannya: Okezone health

Uncategorized176 Dilihat

SAKIT di samping sering dialami oleh seseorang saat berolahraga. Rasa sakit yang tajam di tulang rusuk akan membuat Anda tidak nyaman.

Jika hal ini sering terjadi tentu akan sangat mengganggu. Jadi mengapa hal ini terjadi?

Perawat dan pendidik pola hidup sehat Rizal Do menjelaskan, hal ini biasa terjadi saat seseorang sedang berlari, angkat beban, atau olah raga lain yang membutuhkan banyak gerakan dan pernapasan cepat.

“Para ilmuwan menyebut gejala ini sebagai jahitan samping. Jahitan samping ini membuat kita merasa seperti ditusuk atau dicubit pada bagian pangkal tulang rusuk. “Kalau begini biasanya harus berhenti sebentar untuk menghilangkan rasa itu,” kata Rizal Do dikutip di akun X @afrkml, Minggu (10/08/2023).

Menurutnya, ada beberapa teori yang menjelaskan penyebab terjadinya jahitan samping. Teori pertama, jahitan mungkin muncul karena diafragma mengalami kejang. Diafragma merupakan otot yang membagi rongga dada dan perut, oleh karena itu penting untuk proses pernafasan.

Pada teori kedua, jahitan terjadi karena darah yang seharusnya menuju diafragma malah terkonsentrasi di area lain, sehingga diafragma kita kekurangan darah dan terjadilah kejang. Ketiga, jahitan samping muncul karena ligamen yang menghubungkan diafragma dengan organ di sekitarnya teregang secara berlebihan.

Teori terakhir, jahitan bisa terjadi karena adanya gesekan antara dua lapisan peritoneum (jaringan di perut kita).

“Faktor lain, seperti waktu makan yang berdekatan dengan waktu olahraga, juga bisa menjadi masalah. Masalahnya, darah yang seharusnya masuk ke diafragma malah terkonsentrasi di perut untuk melancarkan pencernaan, sehingga bisa menyebabkan diafragma kejang, kata Rizal Do.

Ikuti berita Okezone berita Google


Selain itu, ada teori lain yang menyebutkan bahwa kekurangan mineral seperti natrium, kalium, dan kalsium bisa membuat seseorang lebih rentan mengalami jahitan samping. Oleh karena itu, saat ini penjelasan mengenai jahitan lateral masih tergolong kompleks dan sebatas teori. Diperlukan lebih banyak penelitian untuk mengetahui penyebabnya.

Baca Juga  Bisakah memasak nasi dengan minyak kelapa mengurangi kalori? Inilah Faktanya! : Okezone kesehatan

Namun yang jelas banyak orang sering mengalami gejala tersebut dan biasanya tidak berbahaya. Faktanya, sumber lain menyebutkan hampir 70 persen pelari akan mengalaminya dalam waktu satu tahun.

Faktor lain juga menjelaskan bahwa gerakan berulang pada bagian tengah tubuh atau gesekan antar lapisan perut juga dapat meningkatkan risiko jahitan samping. Selain itu, penelitian lain juga menyebutkan bahwa seseorang dengan jahitan samping biasanya memiliki stabilitas inti yang buruk.

Untuk itu Rizal Do mengatakan ada beberapa cara mengatasi jahitan samping, yaitu:

1. Kurangi intensitas olahraga. Jangan bergerak terlalu cepat atau terlalu keras.

2. Tarik napas dalam-dalam.

3. Pijat atau tekan bagian yang nyeri.

4. Usahakan condong ke depan agar diafragma meregang.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *