5 Jenis Pemeriksaan Kanker Payudara yang Wajib Dibaca Wanita! : Okezone kesehatan

Uncategorized201 Dilihat

KANKER dada salah satu penyebab kematian paling umum di dunia. Faktanya, jumlah kematian akibat kanker payudara di Indonesia pada tahun 2020 mencapai 22 ribu orang.

Peneliti genomik di SJH Initiatives dan ahli bedah onkologi, Dr. dr. Samuel J. Haryono, Sp.B.Onk(K) menjelaskan pengujian genomik merupakan bagian dari teknologi biomolekuler yang digunakan untuk mengobati dan mencegah penyakit dengan mempertimbangkan keadaan pribadi setiap orang, mulai dari gen, lingkungan hingga gaya hidup.

Pemeriksaan genom ini memungkinkan dokter mendapatkan gambaran profil pasien lebih dalam dan lengkap.

BACA JUGA:

“Jika ditemukan mutasi gen pada pemeriksaan, akan memudahkan prediksi timbulnya kanker dan menentukan terapi yang lebih akurat,” kata dr Samuel.

Dengan tes ini, seseorang yang memiliki riwayat keluarga menderita kanker payudara dapat memprediksi dengan lebih baik apakah penyakitnya akan bertambah buruk. Ini juga dapat membantu mengurangi risiko kematian.

BACA JUGA:

Dr Samuel menambahkan, ada lima tes genom yang digunakan untuk kanker payudara. Berikut ringkasannya.

Jenis tes genom pada kanker payudara

Berdasarkan teknologi yang digunakan oleh dr. Samuel menjelaskan, setidaknya ada 5 tes genomik yang umum digunakan pada kanker payudara, sebagai berikut:

1. Reaksi berantai polimerase (PCR)

Reaksi berantai polimerase (PCR) adalah teknik laboratorium untuk memperkuat salinan segmen DNA tertentu agar dapat dipelajari lebih detail. Dengan beberapa modifikasi, teknik ini melahirkan metode lain seperti reverse transkriptase PCR (RT-PCR).

Ada berbagai jenis pemeriksaan kanker payudara genomik yang menggunakan teknologi ini, seperti OncotypeDX. Pemeriksaan ini digunakan sebagai tes diagnostik untuk mengukur kemungkinan kambuhnya penyakit pada kanker payudara stadium awal yang baru terdiagnosis.

2. Urutan sanger

Pengurutan sanger juga dikenal sebagai metode pengurutan DNA generasi pertama dan dianggap sebagai “standar emas” dalam pengurutan DNA. Skrining gen BRCA1 dan BRCA2 yang terkait dengan kanker payudara umumnya dilakukan dengan metode “tradisional” ini, meskipun dapat juga dilakukan dengan menggunakan teknologi yang lebih maju, yaitu next-gen sequencing (NGS).

Baca Juga  Sinopsis The Expendables 3 Sylvester Stallone Melawan Pemasok Senjata Ilegal : Okezone Celebrity

3. Urutan Generasi Berikutnya (NGS)

Pemeriksaan ini menggunakan teknologi pengurutan yang lebih modern. Metode ini memiliki kemampuan mengurutkan DNA dan asam ribonukleat (RNA) secara masif dengan lebih cepat dan murah dibandingkan dengan pengurutan Sanger.

“Pengujian beberapa gen dapat dilakukan dengan lebih tepat menggunakan teknologi NGS untuk mengurutkan gen yang berkorelasi dengan risiko kanker payudara. “Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan exome sequencing atau target sequencing,” jelas Dr. Samuel.

Ikuti berita Okezone berita Google


4. Mikroarray

MammaPrint merupakan salah satu contoh produk skrining genom yang menggunakan teknologi Microarray yang mampu menganalisis ekspresi gen untuk menilai kekambuhan kanker payudara dengan atau tanpa kemoterapi. Pemeriksaan ini mencakup 70 gen. Microarray melibatkan pelekatan ribuan hingga jutaan fragmen asam nukleat ke permukaan padat yang dikenal sebagai “chip”.

5. Skor Risiko Poligenik (PRS)

Terakhir, ada Polygenic Risk Score (PRS), yaitu skor genetik yang umumnya dihitung dengan menggabungkan frekuensi alel berdasarkan profil genotipe unik suatu individu, data relevan dari Genome-Wide Association Studies (GWAS), dan juga variabel non-genetik. memperkirakan risiko seseorang terkena kanker.

Konten di bawah ini disajikan oleh pengiklan. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam konten ini.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *