Tiga Orang Tewas di California, Tambah Kasus Penembakan di AS Jadi 12.346 orang

Berita, Teknologi178 Dilihat

California: Seorang pria bersenjata menembak tiga orang hingga tewas di California, Amerika Serikat (AS). Insiden yang terjadi di sebuah bar ini juga dan melukai sedikitnya enam lainnya.
 
Penembak juga tewas dalam insiden tersebut, dan polisi mengatakan ada “penembakan yang melibatkan petugas” di lokasi tersebut tetapi tidak ada petugas yang terluka.
 
“Dikonfirmasi empat orang tewas di lokasi kejadian, termasuk penembaknya,” kata Sheriff Orange County di media sosial, seperti dikutip AFP, Kamis 24 Agustus 2023.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Enam orang diangkut ke rumah sakit, lima dilaporkan (dengan) luka tembak,” imbuh pihak Sheriff.
 
Pejabat senior pemadam kebakaran Brian Fennessy mengatakan dua orang yang terluka berada dalam “kondisi kritis”.
 
Insiden ini merupakan kekerasan senjata terbaru yang melanda Amerika Serikat, negara di mana puluhan ribu orang meninggal akibat senjata api setiap tahunnya.
 
Penembakan itu terjadi di bar Cook’s Corner, sebuah tempat yang populer di kalangan pengendara sepeda motor, sekitar 70 kilometer tenggara Los Angeles.
 
Orange County Register, mengutip sumber mengatakan, insiden itu dipicu oleh perselisihan rumah tangga.
 
Polisi mengatakan, mereka sedang menyelidiki laporan bahwa pria bersenjata itu adalah mantan petugas penegak hukum.
 
“Setidaknya satu senjata ditemukan di lokasi kejadian dan kami diberitahu bahwa pelakunya mungkin adalah pensiunan penegak hukum,” ucap Sheriff Orange County Don Barnes kepada wartawan.
 
Barnes mengatakan, ada lebih dari 30 saksi di TKP dan polisi sedang mewawancarai mereka.
 
Seorang pria yang diwawancarai oleh outlet berita ABC7 mengatakan dia punya teman di bar yang tidak terluka.
 
“Mereka kesal, tentu saja. Mereka berada tepat di sebelah si penembak. Mereka bilang dia adalah pria tua dengan janggut abu-abu,” ungkap pria itu kepada saluran tersebut.
 
Rekaman yang disiarkan di stasiun televisi lokal menunjukkan setidaknya tiga jenazah ditutupi kain di luar bar. Satu mayat berada di jalan, satu di tempat parkir, dan satu lagi di belakang bar.
 
Pengendara sepeda motor Gus Gunderman, dari dekat Tustin, menulis di Facebook bahwa dia berada di bar tadi malam dan pergi sebelum kekerasan meletus.
 
“Senang bisa sampai di rumah dengan selamat. Aku berangkat dari sana belum lama ini, sekitar beberapa menit yang lalu. Rupanya itu tidak lama lagi,” menurut Gunderman.
 
Setidaknya 12.346 orang telah terbunuh di Amerika Serikat dalam kekerasan senjata tahun ini, menurut Gun Violence Archive (GVA), sebuah kelompok non-pemerintah. Angka tersebut belum termasuk setidaknya 15.576 kasus bunuh diri yang melibatkan senjata api.
 
Menurut GVA, setidaknya ada 465 penembakan massal –,yang didefinisikan sebagai insiden di mana empat orang atau lebih ditembak,– pada tahun 2023.
 
Jajak pendapat menunjukkan dukungan masyarakat yang sangat besar terhadap aturan menyeluruh yang mengharuskan siapa pun yang membeli senjata api diperiksa catatan kriminalnya. Namun seruan untuk membatasi kepemilikan atau penggunaan senjata telah ditolak oleh para politisi.
 
Anggota Kongres dari Partai Republik berpendapat bahwa penerapan aturan semacam itu akan melanggar hak konstitusional untuk memiliki senjata dan harus diserahkan kepada masing-masing negara bagian untuk mengambil keputusan.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id

(FJR)

Quoted From Many Source

Baca Juga  Warga Probolinggo Bisa Dapat Pangan Terjangkau Melalui Program PAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *