Seluruh Gerai Texas Chicken Tutup, Ini Pemilik & Rugi Besar

Berita, Teknologi200 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia — PT Cipta Selera Murni Tbk. (CSMI) mengumumkan bahwa per tanggal 14 Maret 2023 perseroan memutuskan untuk mengakhiri Kerjasama dengan Cajun Global LLC dan melaporkan telah menutup seluruh restoran yang dioperasikan.

Artinya, operasional restoran Texas Chicken di Indonesia resmi berakhir seiring dengan pemutusan kerja sama waralaba antara perseroan dan Cajun Global LLC. Cipta Selera Murni.

Mengutip laporan keuangan CSMI per 30 Juni 2023, pembatalan kerja sama waralaba tersebut memuat syarat yang mewajibkan CSMI untuk menutup seluruh operasional restoran Texas Chicken di Indonesia.

Selain itu, CSMI juga diminta untuk menurunkan logo Texas Chicken yang ada di setiap restoran. Cajun lantas akan menghapus semua tagihan yang mencakup royalti, biaya pemasaran internasional dan tagihan lainnya yang mencapai US$ 361.587.

Saat ini perusahaan melaporkan pendapatan sebesar Rp 1,78 miliar dan rugi Rp 4,04 miliar.

Adapun sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan kemungkinan penghapusan saham atau delisting PT Citra Selera Murni Tbk. (CSMI) yang sahamnya sudah digembok sejak 18 Juli 2022, atau lebih dari setahun.

Pemilik Texas Chicken

Texas Chicken merupakan satu restoran waralaba dunia yang didirikan oleh George W. Church pada 17 April 1952 di San antonio, Georgia, AS. Di sana Texas Chicken bernama Church Chicken dan akhirnya berhasil menjadi jaringan restoran cepat saji ayam goreng nomor empat terbesar di dunia, setelah KFC, Chick Fil-A, dan, Popeyes.

Di Indonesia, Church Chicken dibawa oleh Cipta Selera Murni dan dipasarkan dengan nama Texas Chicken. Di balik perusahaan itu ada nama Atang Latief yang menjadi salah satu pendiri restoran waralaba ayam goreng khas Amerika itu di Indonesia.

Baca Juga  Tombak Cakra Kotagede Jadi Energi Tambahan untuk Anies Baswedan

Berdasarkan informasi terakhir yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 7 Maret 2023, pemilik saham CSMI adalah Lisa Muchtar (56,15%) dan Husni Muchtar (21,3%). 

Adapun Lisa Muchtar merupakan anak dari Atang Latief, taipan ternama di masa Orde Baru yang pernah terlilit kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

[Gambas:Video CNBC]

(mkh/mkh)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *