Saham Paling Cuan Sepekan, Naiknya 156,86%

Berita, Teknologi251 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – Sejumlah saham berhasil membukukan kinerja yang cemerang sepanjang pekan ini, di tengah kurang menggembirakannya Indeks Harga Saham Gabungan. Namun, tidak sedikit pula yang merosot tajam melebihi penurunan IHSG di pekan ini.

Berikut deretan saham tercuan pada pekan ini.


Emiten penyewaan kapal angkut gas alam cair (liquified natural gas/LNG) milik Tommy Soeharto yang baru melantai pada awal Agustus yakni PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) menjadi saham yang paling ‘cuan’ di pekan ini, yakni meroket 156,86%.

Pada perdagangan Jumat (18/8/2023) akhir pekan ini, saham HUMI ditutup meroket 31% ke Rp 262/saham. Sedangkan dari harga IPO-nya di Rp 100/saham, saham HUMI sudah terbang hingga 162%.

Semenjak melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Agustus lalu, saham HUMI hanya terkoreksi sekali saja, sedangkan sisanya menghijau.

Rencananya, seluruh dana yang diperoleh dari hasil penjualan saham yang ditawarkan melalui IPO ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, sebesar 10% akan dipergunakan oleh Perseroan untuk kebutuhan modal kerja dan sebesar 90% akan digunakan untuk memperkuat ekuitas dalam rangka pengembangan usaha entitas anak.

Perseroan menjalankan kegiatan usaha dalam bidang pengapalan LNG, Minyak dan Kimia dari terminal penjual ke terminal pembeli, dan distribusikan ke pengguna terakhir. Perseroan juga mengelola kapal serta menyediakan awak kapal serta pengembangan awak kapal melalui Pusat Pelatihan Awak Kapal.

HUMI didukung oleh 18 entitas anak usaha yang turut menyumbangkan pendapatan bagi Perseroan, salah satunya PT GTS Internasional Tbk (GTSI), perusahaan logistik gas alam cair (LNG) yang telah lebih dulu go public pada 2021, melalui perusahaan entitas anak usaha PT Humolco LNG Indonesia (HLI).

Baca Juga  Unjuk Gigi di FSAE Japan 2023, Anargya ITS Bidik Juara

Selain saham HUMI, ada saham emiten pertambangan batu bara yakni PT Atlas Resources Tbk (ARII) yang terbang 82,35% sepanjang pekan ini. Pada perdagangan Jumat kemarin, saham ARII ditutup melonjak 9,41% menjadi Rp 372/saham.

ARII pada kuartal I-2023 telah menjalin Kerjasama Operasional pertambangan dengan 5 KSO dan akan bertambah kembali seiring dengan rencana pembukaan lahan baru pertambangan.

Strategi marketing ke depan adalah fokus pada perluasan pasar ekspor meliputi Cina, India. Korea Selatan di Mutara Hub (Sumsel) maupun mitra end user domestic (selain PLN) dengan karakter batubara yang “Environmentally Friendly”.

Perseroan juga tetap berkomitmen untuk mendukung pemenuhan batubara domestik baik PLN dan Non-PLN untuk mendukung pemenuhan DMO.

Salah satu cara yang ditempuh oleh perseroan dalam mendukung peningkatan kinerjanya adalah untuk meningkatkan kualitas jalan angkut batubara dari tambang ke pelabuhan angkut, maka PT Musi Mitra Jaya membangun 4 infrastruktur mess agar dapat mengontrol kualitas jalan angkut pada setiap kurang lebih 25 km.

Sampai dengan kuartal I-2023, pencapaian terkirimnya batubara sampai di pelabuhan telah mencapai 1,352 juta MT.

Selain beberapa saham tercuan pada pekan ini, tentunya ada saham yang koreksinya paling parah pada pekan ini.

Berikut deretan saham terboncos pada pekan ini.


Emiten penyedia produk dan layanan Teknologi Informasi (TI) untuk usaha kecil-menengah yakni PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH) menjadi saham yang paling parah koreksinya pada pekan ini, yakni mencapai 43,64%. Pada perdagangan Jumat kemarin, saham WGSH ambles 9,88% menjadi Rp 146/saham.

Sementara dalam sepekan, IHSG melemah 0,29% secara point-to-point (ptp). Pada akhir perdagangan pekan ini, IHSG melemah 0,59% ke posisi 6.859,912. IHSG pun kembali menyentuh level psikologis 6.800, setelah sempat bertahan di level psikologis 6.900 selama dua hari.

Baca Juga  Kendalikan Pencemaran Udara, KLHK Uji Emisi 200 Kendaraan

Di tengah penurunan itu, asing melakukan penjualan bersih (net sell) mencapai Rp 3,42 triliun di seluruh pasar sepanjang pekan ini.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Simak! Deretan Top Gainers dan Top Losers Saham

(chd/chd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *