Masuk FTSE Global Equity Index, BUMI Mau Genjot Produksi

Berita, Teknologi136 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – Anak usaha Grup Bakrie, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) resmi masuk FTSE Global Semi Annual Equity Index. Perseroan pun memanfaatkan momen ini untuk memacu produksi.

Sebagai informasi, FTSE Global Equity Index adalah serangkaian indeks pasar saham yang disediakan oleh grup milik London Stock Exchange. Indeks FTSE Global Equity mencakup lebih dari 16.000 saham di 48 negara.

BUMI masuk dalam kategori small caps bersama dengan BUKA, BUMI, BRMS, MAPA, MNCN, PGEO.

“Daftar tersebut akan efektif mulai 18 September 2023,” ujar Sekretaris Korporasi dan Direktur Independen BUMI Dileep Srivastava tertulis kepada CNBC Indonesia, Senin, (21/8/2023).

Menurut Dileep, masuknya BUMI ke indeks FTSE Global Equity diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan para pemegang saham serta lebih banyak menarik investor institusi. Mengingat, kini BUMI telah terbebas dari utang. Lalu, pada Maret 2023, BUMI juga menggelar private placement dalam rangka konversi wajib obligasi.

Private placement itulah yang menandakan Bumi Resources sudah menuntaskan seluruh utang terkait Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU)-nya.

Masuknya BUMI ke indeks tersebut juga dinilai didorong dari kinerja BUMI yang telah mempertahankan produksi batubara di semester pertama 2023 sebanyak 35,4 juta ton, meningkat 2% secara tahunan.

Adapun produksi batu baran BUMI ditargetkan mencapai 75-80 juta ton. Untuk mencapai hal tersebut, Dileep menyebut BUMI harus bisa memproduksi sekitar 40 juta ton hingga 45 juta ton di paruh kedua ini.

“Akan ada peningkatan volume produksi. Efek El Nino dan cuaca yang kering dapat meningkatkan produksi,” jelas Dileep.

Melalui laporan Annual Review September 2023, Financial Times Stock Exchange (FTSE) Russel kembali merombak daftar konstituen saham dalam FTSE Global Equity Index.

Baca Juga  Duo Saham Indomobil Ngacir 16,48% & 14,55%, Efek Apa?

Perubahan indeks dalam review triwulanan tersebut akan berlaku efektif pada Senin, 18 September 2023. Beberapa saham yang tercatat dalam Bursa Efek Indonesia pun masuk dalam daftar tersebut.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Harga Naik Tipis, Produsen Batu Bara Ungkap 3 Tantangan Ini

(fsd/fsd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *