Kripto Rebound Setelah Pekan Lalu Ambles Diterkam The Fed

Berita, Teknologi184 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – Pasar kripto bergerak variatif di tengah berbagai sentiment global dan ketidakpastian.

Dilansir dari CoinMarketCap pada Senin (21/8/2023) pukul 09.11 WIB, pasar kripto bergerak mix. Bitcoin menguat tipis 0,27% ke US$26.138,57 dan secara mingguan turun tajam 10,42%.

Ethereum terapresiasi 0,97% dalam 24 jam terakhir dan dalam tujuh hari terakhir turun 8,35%.

XRP naik 3,1% secara harian dan dalam sepekan ambles 14,2%.

Sedangkan Solana turun 1,29% dalam 24 jam terakhir dan secara mingguan turun drastis 11,63%.



CoinDesk Market Index (CMI) yang merupakan indeks untuk mengukur kinerja tertimbang kapitalisasi pasar dari pasar aset digital naik tipis 0,53% ke angka 1.125,40. Open interest naik 0,92% di angka US$22,02 miliar.

Secara umum, kripto bergerak variatif dalam 24 jam terakhir. Ketakutan investor yang tercermin dari Fear & Greed Index tercatat berada di angka 35 yang berarti pasar berada dalam ketakutan yang berujung pada sikap penjualan barang dan membuat harga kripto melemah.

Hal ini tak lepas dari berbagai sentimen negatif yang hadir beberapa waktu terakhir. Contohnya yakni suku bunga Amerika Serikat (AS) yang berpotensi mengalami kenaikan pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) September. Hal ini terjadi karena inflasi AS yang mengalami kenaikan dan data ketegakerjaan yang masih ketat.

Berdasarkan perangkat CME Fedwatch, setelah risalah diumumkan, sebanyak 88,5% pasar bertaruh Bank Sentral AS (The Fed) akan mempertahankan suku bunga, sedangkan sisanya yakni 11,5% memperkirakan adanya kenaikan pada pertemuan September mendatang.

Selain itu, saat ini juga belum ada keputusan tentang kepercayaan bitcoin Grayscale.

Baca Juga  Astra Angkat Eks Bos OJK Muliaman Hadad Jadi Komisaris

Dilansir dari Coindesk.com, pengamat pasar telah berfokus pada 11 a.m. ET (15:00 UTC) Jumat lalu, ketika ada alasan untuk percaya bahwa mungkin ada keputusan pengadilan dalam perseteruan hukum antara manajer investasi Grayscale dan Securities Exchange dan Commission (SEC). Tetapi waktunya datang dan pergi tanpa ada yang diumumkan.

Grayscale ingin mengubah kepercayaan bitcoin GBTC senilai $12 miliar menjadi ETF yang dapat secara dramatis meningkatkan daya tariknya bagi investor. Namun yang terjadi adalah regulator menolaknya. Alhasil, Grayscale menggugat untuk membatalkan keputusan tersebut.

Dilansir dari Glassnode, terjadi penurunan pemegang Bitcoin dalam beberapa hari terakhir, tepatnya 14-17 Agustus 2023.




Foto: Glassnode
BTC Addresses with Balance >= $10k and >= 1k

Namun begitu, temuan terbaru mendukung pandangan bahwa penurunan awal telah berakhir sejak penjualan juga mereda oleh ‘whale’. Potensi aliran koin bersih dari bursa ke dompet pribadi adalah tanda akumulasi yang menjadi sentimen positif bagi investor ‘long’.

Lebih lanjut, peningkatan minat terbuka dalam beberapa hari mendatang bisa menjadi sinyal utama yang kuat bagi harga untuk mulai naik lagi.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Pasar Kripto ‘Galau’, Investor Siaga Satu

(rev/rev)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *