IHSG Naik Tipis Ditolong Kinerja Laba Bank Raksasa

Berita, Teknologi138 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – Pasar modal dalam negeri (IHSG) pekan ini menunjukkan pergerakan yang tipis, namun mampu bertahan di kisaran harga yang masih tinggi. Sentimen datang dari rilis data inflasi AS yang masih kurang memuaskan, namun diimbangi dengan rilis kinerja keuangan yang cemerlang.

Melansir Refinitiv, IHSG masih terapresiasi 0,39% dalam sepekan. Pergerakan pekan ini IHSG hanya bergerak di rentang kecil dengan level terendah dan tertinggi di 6.868-6.893. IHSG terus tertahan sepekan ini, tidak mampu ditutup menembus level psikologi 6.900.





Pergerakan yang tidak begitu volatil terjadi seiring sepinya perdagangan pekan ini. Nilai transaksi berada di bawah Rp 10 triliun, hanya sempat sekali menembus jumlah tersebut akibat adanya transaksi negosiasi yang terjadi pada perusahaan GEMS.

IHSG bergerak menguat di tengah sentimen negatif inflasi AS. Data inflasi AS periode Juli 2023 dirilis pada Kamis malam waktu Indonesia.Inflasi berdasarkanconsumer price index(CPI) pada bulan lalu mencapai 3,2% (year-on-year/yoy), meningkat dibandingkan 3,0% (yoy) pada Juni lalu. Meskipun demikian, laju inflasi di bawah ekspektasi sebesar 3,3% (yoy)

Kenaikan inflasi tersebut menjadi yang pertama kali dalam setahun terakhir, setelah dalam 12 bulan berturut-turut mencatatkan penurunan CPI.

Inflasi AS sempat menyentuh 9,1% (yoy) pada Juni 2022, tertinggi dalam 40 tahun terakhir akibat melonjaknya harga komoditas global, tertutama di sektor energi, yang dipicu perang Rusia-Ukraina.

Adapun, inflasi inti, yang tak mencakup harga bergejolak tercatat sebesar 4,7% (yoy) pada Juli 2023, turun tipis dari dari bulan sebelumnya dan ekspektasi ekonom sebesar 4,8%% (yoy).

Sementara itu, secara bulanan (month-to-month/mtm), CPI AS pada Juli 2023 tercatat sebesar 0,2%, tak berubah dari bulan sebelumnya dan sesuai dengan ekspektasi pasar.

Baca Juga  Dicecar Bursa, Adhi Karya Buka Suara Soal PKPU Anak Usaha

Negeri Paman Sam juga merilis data klaim pengangguran untuk pekan yang berakhir pada 5 Agustus. Jumlah pekerja yang mengajukan klaim pengangguran melonjak hingga mencapai 248 ribu. Jumlah ini lebih tinggi dari perkiraan consensus di 230 ribu.

Lonjakan data klaim pengangguran ini menjadi sinyal jika data tenaga kerja AS sudah mulai mendingin.

Meski data tenaga kerja cenderung mendingin, tetapi inflasi AS kembali memanas. Kondisi ini membuat pasar pesimis jika bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) akan segera melunak. Terlebih, sejumlah pejabat The Fed masih menyuarakanhawkish.

Di sisi lain perusahaan-perusahaan penopang IHSG mencatatkan kinerja keuangan yang masih sangat baik. Kinerja keuangan kuartal kedua perbankan big caps mencatatkan kinerja luar biasa.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan pertumbuhan laba bersih 26,7%(yoy) menjadi RP 12,6 triliun. Ini merupakan laba bersih tertinggi perseroan sepanjang masa.

Demikian pula emiten PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang juga mencatatkan pertumbuhan laba bersih 24,5% menjadi RP 12,6 triliun (yoy). Ini juga laba bersih tertinggi perseroan sepanjang masa.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) juga mencatatkan kenaikan laba bersih menjadi RP 5 triliun (yoy) atau bertumbuh 4,9%. Namun, BBNI mengaalami penurunan dibanding kuartal sebelumnya (qoq) yang berada di Rp 5,2 triliun.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


IHSG Sepekan Menguat 1% Berkat Investor Asing

(mza/mza)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *