Diduga Belum Bayar Gaji Karyawan, Begini Kinerja Kimia Farma

Berita, Teknologi217 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dalam unggahan resminya di Instagram mengumumkan keberhasilan meraih pendapatan hingga Juni 2023 sebesar Rp4,95 triliun. Perusahaan juga tercatat mengubah rugi menjadi laba pada paruh pertama tahun ini. 

Alih-alih disambut positif, sejumlah netizen yang mengaku sebagai karyawan KAEF, menyampaikan keluhan karena belum mendapatkan jasa produksi (jasprod), insentif, bonus tahunan, dan lainnya. 

Jika menelisik lebih jauh nilai pendapatan pada paruh pertama tahun ini setara lebih dari separuh capaian tahun lalu. Namun pada tahun lalu, KAEF mencatat rugi.

Melihat periode yang lebih jauh sejak lima tahun terakhir ternyata untuk profitabilitas KAEF malah susut, terlihat dari bottom line pada tahun lalu rugi sampai -Rp170,05 triliun, padahal pada 2018 laba bersih sempat nyaris ke Rp500 miliar dan berangsur membaik hingga 2021 disokong oleh sentimen pandemi Covid-19.


Sementara itu, Kimia Farma kembali mencetak laba pada tahun ini. Tercatat, pada kuartal I/2023 KAEF membukukan laba tahun berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk dan kepentingan nonpengendali senilai Rp 24,62 miliar. Kemudian laba tersebut naik menjadi Rp 19,47 miliar pada paruh pertama tahun ini. 

Direktur Utama Kimia Farma David Utama sempat mengatakan pada tahun ini KAEF menargetkan dapat meraup laba Rp 130 miliar. Perusahaan akan menggalakkan strategi aliansi dan partnership untuk mendorong pertumbuhan organiknya.

“Untuk mempercepat pengembangan produk, beberapa aliansi dibutuhkan dengan strategic partnership. Dua bulan lalu kita berkunjung ke Korea Selatan dan China. Kita ketemu ke cosmetic, kita follow up untuk beberapa yang bisa membantu kita sehingga pengalaman yang kita punya bisa membantu kita,” kata David di tengah paparan publik Kimia Farma, di Jakarta beberapa bulan lalu. 

Baca Juga  Harta Bos Perusahaan EV Ini Menguap Rp275 T dalam 3 Hari

Beralih kepada isu gaji karyawan yang belum dibayarkan, CNBC Indonesia telah mencoba menghubungi Corporate Secretary Kimia Farma, Ganti Winarno Putro untuk mengkonfirmasi dan meminta tanggapan terkait hal ini. Namun, belum ada respon sampai saat berita ini ditulis.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected] 

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Habis Boncos, Kimia Farma Targetkan Laba Rp130 M di 2023

(tsn/tsn)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *