Bos LPS Sebut RI Untung Soal Pemangkasan Rating Perbankan AS

Berita, Teknologi135 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – Ketua Dewan Komisioner (DK) Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa menilai, penurunan rating sejumlah bank di Amerika Serikat (AS) akan memberi dampak positif bagi Indonesia.

Diketahui, lembaga pemeringkat Moody’s Investors Service telah memangkas peringkat bank Amerika Serikat (AS). Kebijakan Moody’s langsung berimbas kepada pasar keuangan AS dan global.

“Ke kita harusnya positif. Kenapa? Kita kan nggak pernah nggak membayar utang. Amerika hampir nggak bayar kan? Harusnya lebih jatuh lagi harusnya. Tapi untuk kita positif dalam hal gini, kita kan selalu diperlakukan tidak fair,” ujar Purbaya di Fairmont Jakarta, Senin (14/7/2023).

Ia menjelaskan peringkat yang diberikan itu berdasarkan apakah suatu negara mau membayar utang dan mampu bayar utang. Indonesia, kata Purbaya, mampu dan mau bayar utang. Indonesia mampu, sehingga harusnya rating Indonesia lebih tinggi dari sekarang.

“Kita dua-duanya mampu. Harusnya ratingnya lebih tinggi dari yang sekarang. Jadi kita bisa menuntut lebih tinggi dari itu. Amerika kan mampu kan? Tapi hampir nggak mau, maka ratingnya turun,” jelasnya.

Sementara itu, SVP, Head of Research Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan menyebutkan bahwa kondisi perbankan di AS dan di Indonesia berbeda. Di Indonesia, kata dia, relatif lebih sehat dan stabil karena peraturan dan pengawasan yang ketat. Maka, penerapan manajemen risikonya lebih baik.

“Untuk pengaruhnya menurut saya tidak akan signifikan selama bank-bank di indonesia masih sehat dan kondisi ekonomi nasional juga bagus,” kata Trioksa baru-baru ini.

Adapun Moody’s memangkas peringkat 10 bank AS satu tingkat. Bank yang diturunkan peringkatnya oleh Moody’s antara lain M&T Bank, Pinnacle Financial Partners, Prosperity Bank dan BOK Financial Corp.

Baca Juga  Emiten Ini Siap Manfaatkan Peluang Di Bursa Karbon

Ada enam raksasa perbankan masuk dalam peninjauan. Termasuk Bank of New York Mellon, US Bancorp, State Street dan Truist Financial.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Bos LPS Bilang Indonesia Lebih Pintar dari AS Soal Ini

(fsd/fsd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *