Awas, Kripto Longsor Berjamaah

Berita, Teknologi148 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – Pasar kripto kebakaran di menjelang Simposium yang akan dihadiri oleh Chairman Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed), Jerome Powell.

Dilansir dari CoinMarketCap pada Selasa (22/8/2023) pukul 08.32 WIB, pasar kripto berada di zona merah. Bitcoin turun tipis 0,23% ke US$26.080,13 dan secara mingguan turun tajam 11,25%.

Ethereum terdepresiasi 1,02% dalam 24 jam terakhir dan dalam tujuh hari terakhir turun 9,68%.

XRP melemah 3,03% secara harian dan dalam sepekan ambles 17,51%.

Begitu pula dengan Cardano anjlok 3,38% dalam 24 jam terakhir dan secara mingguan turun drastis 9,51%.



CoinDesk Market Index (CMI) yang merupakan indeks untuk mengukur kinerja tertimbang kapitalisasi pasar dari pasar aset digital turun 0,73% ke angka 1.117,12. Open interest turun 1,11% di angka US$21,80 miliar.

Kripto mayoritas melemah dalam 24 jam terakhir. Ketakutan investor yang tercermin dari Fear & Greed Index tercatat berada di angka 34 yang berarti pasar berada dalam ketakutan yang berujung pada sikap penjualan barang dan membuat harga kripto turun.

Dilansir dari Coindesk.com, data ekonomi Amerika Serikat (AS) mengalami penguatan. Data consumer spending dan new home sales periode Juli lebih besar daripada ekspektasi. Sedangkan Atlanta Fed’s GDPNow tool memproyeksikan pertumbuhan Produk Dometik Bruto (PDB) AS menjadi 5,8% pada kuartal-III 2023.

Hal tersebut dapat terjadi mengingat AS mengalami pertumbuhan yang cepat dalam dekade terakhir serta peristiwa Covid yang sempat menghebohkan dunia.

Minggu ini dari Kansas City akan ada Simposium Jackson Hole Economic dengan dihadiri oleh Jerome Powell. Pada pertemuan yang berjudul “Pergeseran Struktural dalam Ekonomi Dunia” akan berfokus pada bagaimana bank sentral, setelah menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam lebih dari dua dekade, dapat menjauhkan ekonomi dari resesi.

Baca Juga  Foto Terpopuler: Pesawat Jatuh di Malaysia hingga KPU Tetapkan DCS DPR

Jerome Powell akan menyampaikan pidato tentang prospek ekonomi pada Jumat (25/8) di Jackson Hole. Dalam pidatonya, yang ditetapkan pada pukul 10:05 waktu AS atau 21.05 WIB, Powell akan memberikan pandangan terbarunya tentang apakah diperlukan lebih banyak pengetatan kebijakan untuk menurunkan inflasi di tengah pertumbuhan ekonomi yang sangat kuat, atau mulai mempertimbangkan untuk mempertahankan suku bunga.

Sebagai informasi, saat ini suku bunga The Fed berada di kisara 5,25%-5,50%. Sedangkan berdasarkan perangkat CME Fedwatch Tool tercatat 84,5% menyatakan pause sedangkan 15,5% menargetkan kenaikan 25 basis poin menjadi 5,50%-5,75%.

Potensi terjadinya kenaikan suku bunga The Fed berdampak pada instrumen risk asset layaknya Bitcoin. Suku bunga yang tinggi mengartikan kurang diminatinya instrumen risk asset karena investor akan cenderung memilih instrumen investasi yang risk-free namun menghasilkan return yang pasti.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Pasar Kripto ‘Galau’, Investor Siaga Satu

(rev/rev)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *